Peringatan Isra Mi’raj LDNU Sumberbaru, Meneguhkan Amaliyah Aswaja dan Harmoni Ulama–Umara

Jajaran pengurus dan tokoh NU mengikuti rangkaian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang digelar LDNU MWCNU Sumberbaru di Kantor MWCNU Sumberbaru, Rabu (14/1/2026) malam. (Foto: Riski Wahyudi)

Sumberbaru, pcnujember.or.id Malam di Kantor MWCNU Sumberbaru terasa lebih syahdu dari biasanya. Selepas Magrib, Rabu (14/1/2026), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sumberbaru menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan menjadi momentum strategis untuk meneguhkan amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah sekaligus merawat harmoni sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawassul yang dipimpin Kiai Muchsin Baits. Lantunan doa dilanjutkan dengan Rotibul Haddad yang menggema khusyuk, menyatu dengan suasana malam. Kekhidmatan semakin terasa ketika Majelis Sholawat An Nabawi melantunkan sholawat Nabi, mengalun lembut dan menggetarkan relung hati jamaah.

Baca Juga:  Wabub Jember: Bendung Ancaman Aliran Garis Keras di Sekolah Negeri

Dalam sambutannya, Camat Sumberbaru Farid Wajdi menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj harus menjadi titik tolak peningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Ia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan program prioritas Bupati Jember terkait Administrasi Data Kependudukan (Adminduk).

Suasana khidmat peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar MWCNU Sumberbaru di Kantor MWCNU Sumberbaru, Rabu (14/1/2026) malam. (Foto: Riski Wahyudi)

Menurutnya, kepemilikan dokumen kependudukan menjadi kebutuhan mendasar seluruh warga Jember, termasuk di Kecamatan Sumberbaru, karena berkaitan langsung dengan akses layanan publik, khususnya Universal Health Coverage (UHC) di bidang kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Ustad Khotib Ali mengingatkan bahwa Kantor MWCNU Sumberbaru merupakan rumah besar bersama warga Nahdliyin. Ia mengajak seluruh elemen NU untuk menjaga, memakmurkan, serta mengoptimalkan fungsi kantor sebagai pusat kegiatan keagamaan dan keorganisasian.

Baca Juga:  Lailatul Ijtima’ MWC NU Sumberbaru Perkuat Soliditas Organisasi dan Kepedulian Sosial

Puncak acara diisi tausiyah oleh Kiai Muchsin Baits. Dalam mauidhahnya, ia menegaskan bahwa Jam’iyah Nahdlatul Ulama adalah pewaris estafet perjuangan para ulama. Oleh karena itu, warga NU dituntut untuk terus istiqamah mengamalkan wirid dan amaliyah yang diwariskan para masyayikh.

“Amalan seperti istighosah, Rotibul Haddad, tahlil, Yasin, dan sholawat bukan sekadar ritual, melainkan warisan spiritual yang menghidupkan ruh keagamaan warga NU,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa warga NU patut bersyukur karena berada dalam barisan Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah, ajaran yang dirawat melalui sanad keilmuan ulama yang bersambung hingga Rasulullah Saw. Sinergi ulama dan umara, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam menjaga kemaslahatan umat dan kemakmuran bangsa.

Baca Juga:  Sinergi Ranting NU Yosorati–Pesantren Antar Santri Raih Juara Estafet Nadhom Al Miftah

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Rois Syuriah MWCNU Sumberbaru, Kiai Qosim. Peringatan Isra Mi’raj ini dihadiri unsur Muspika Kecamatan Sumberbaru, jajaran lembaga dan badan otonom NU, pengurus Ranting NU se-Kecamatan Sumberbaru, serta warga sekitar yang dengan penuh antusias mengikuti acara hingga selesai.

Reporter: Riski Wahyudi
Editor: Irwansyah GI

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *