Kiprah KH Muhammad Nur Hayid Kembangkan Pendidikan Pesantren Berbasis Vokasi Terbaik, Salah Satu Cabangnya di Jember

pcnujember.or.id- KH Muhammad Nur Hayid menjadi salah satu tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang aktif mengembangkan pendidikan pesantren berbasis vokasi di Indonesia. Melalui jaringan Pesantren Skill Nurul Hayat, Gus Hayid menghadirkan konsep pendidikan yang memadukan ilmu agama, pendidikan formal, dan keterampilan kerja untuk menyiapkan santri yang mandiri dan siap menghadapi dunia kerja modern.

KH Muhammad Nur Hayid dikenal sebagai pengasuh Pesantren Skill Nurul Hayat yang memiliki cabang di tiga daerah, yakni Jakarta, Lumajang, dan Jember. Selain aktif di dunia pesantren, ia juga tercatat sebagai tokoh nasional yang masih eksis terlibat di lingkungan PBNU serta menjadi Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam berbagai kesempatan, Gus Hayid kerap menekankan pentingnya pendidikan berbasis skill atau keterampilan di lingkungan pesantren. Menurutnya, santri tidak hanya perlu memahami ilmu agama, tetapi juga harus memiliki kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal kehidupan di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga:  Redenominasi dan Uang Kardus

Kembangkan Pesantren Berbasis Skill dan Vokasi

Konsep tersebut kemudian diwujudkan melalui Pesantren Skill Nurul Hayat yang berkembang di sejumlah daerah. Salah satu cabang yang cukup aktif berkembang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Di Jember, Pesantren Skill Nurul Hayat hadir sebagai lembaga pendidikan yang menggabungkan sistem kepesantrenan dengan pendidikan vokasi. Santri tidak hanya belajar kitab dan ilmu keislaman, tetapi juga dibekali pelatihan keterampilan dan pengembangan kompetensi kerja.

Selain pondok pesantren, di lingkungan pendidikan tersebut juga berdiri MTs Plus Skill Nurul Hayat Jember yang menjadi salah satu lembaga pendidikan formal berbasis pesantren dan keterampilan. Sekolah ini mengusung konsep pendidikan terpadu antara akademik, karakter, agama, dan penguatan skill santri.

Baca Juga:  Ketika Sastra Menjadi Cermin Bangsa : Kiprah Intelektual Prof. Akhmad Taufiq

Pengembangan pesantren berbasis vokasi tersebut juga didukung dengan keberadaan BLK Komunitas yang aktif memberikan pelatihan kepada santri maupun masyarakat sekitar. Program pelatihan itu meliputi berbagai bidang keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha mandiri.

Keberadaan BLK Komunitas menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren. Tidak hanya santri, warga sekitar juga dapat mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan produktivitas ekonomi.

Fokus pada Potensi Perkembangan Keahlian Santri

Gus Hayid menilai pesantren masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren. Karena itu, konsep pesantren vokasi dinilai menjadi solusi untuk mencetak generasi muda yang religius sekaligus memiliki daya saing.

Baca Juga:  Memimpin Dengan Tiga Kecerdasan

Selain di Jember, pengembangan pendidikan serupa juga dilakukan di Pesantren Skill Nurul Hayat Lumajang dan Jakarta. Ketiga pesantren tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan pesantren modern yang tetap berakar pada tradisi NU.

Sejumlah program pendidikan dan pengembangan pesantren yang diasuh KH Muhammad Nur Hayid juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan akademisi dan lembaga pendidikan tinggi.

Dengan konsep pendidikan berbasis vokasi dan penguatan karakter santri, Pesantren Skill Nurul Hayat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan.

Reporter : Yazid Bustomi

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *