Ajak Nahdiyyin Jaga Keutuhan NU Di Tahun Politik

0
121

pcnujember.or.id – Organisasi NU atau dikalangan santri dan alumni pesantren lebih dikenal dengan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ , merupakan jam’iyyah yang unik dan dinamis. NU berjalan secara natural, dan mengakar dihati kaum nahdliyyin, lebih-lebih di pelosok desa, termasuk Ranting NU (desa) Darungan.

NU Darungan telah ada sejak tahun 1961 yang di pimpin oleh almarhum H. Mawardi. berdirinya NU Darungan mendapat dukungan masyarakat, karena hakikatnya masyarakat telah menjalankan amaliah dan faham ahlussunnah wal jamaah dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Ahad, (11/11) NU Darungan menggelar Forum Silaturrahmi Pengurus NU dan Takmir Masjid se-Desa Darungan.  Acara ini dilaksanakan sudah ketiga kalinya dalam kepengurusan Masa Khidmah 2018-2023. 

“jangan heran jika ada istilah NU Jam’iyyah dan NU Jamaah, karena sejak dulu sudah ada seperti itu dan ini sudah mendarah daging di kalangan masyarakat, ini alamiah berjalan sesuai hukum alam.” Papar Rais Syuriyah NU Darungan H. Achmad Taufiq dalam forum Silaturrahmi pengurus NU dan Ta’mir masjid se-Desa Darungan.

“mari kita jaga keutuhan NU dari perpecahan, karena jika NU pecah, tidak ada lagi kekuatan yang akan membendung aliran dan faham wahabi, radikal dan lain-lain. Tahun ini merupakan tahun politik, perbedaan pilihan politik adalah hal wajar, namun jika terjadi perpecahan, maka kita semua yang sangat dirugikan, tidak ada lagi ketentraman dan kedamaian dimasyarakat”, ajak Pria yang akrab dipanggil Ustad Taufiq itu.

“kami (pengurus NU Darungan. Red) mengajak kepada saya sendiri dan warga Darungan untuk bijak dalam menyikapi isu-isu atau informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya, jangan mudah terprovokasi, tanyakan dulu kepada ahlinya, dan diskusikan cari solusi (jalan keluar), supaya kita semua menjaga stabilitas ketertiban dan keamaaan desa Darungan ini.” Imbuh tokoh yang juga A’wan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama’ Tanggul ini.

Sedangkan Kiai Abdussalam AR selaku Tim Bahtsul Masail Cabang Jember menuturkan bahwa, “banyak penjelasan tentang Sejarah istilah Ahlussunnah Wal Jamaah, yang pada akhirnya di Indonesia khususnya kalangan Nahdliyyin atau warga Nahdlatul Ulama ditambah dengan istilah “An-Nahdliyyah” sehingga berbunyi “Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah”.”

Sekedar diketahui, silaturrahmi pengurus NU Darungan, Ta’mir masjid se-Desa Darungan dan warga ini telah digelar ketiga kalinya untuk Masa Khitmad 2018-2023 pengurus ranting NU Darungan, yakni bulan Juli 2018 di Masjid Darussalam Krajan, bulan Oktober 2018 di Masjid Baitul Arqom PTPN XII wilayah Afdeling Gondang. Kegiatan yang diisi dengan membaca Surat Yasin, Tahlil, Istighotsah dan Sholawat Nabi ini telah berjalan sejak tahun 2012 dengan menempati masjid-masjid se-Desa Darungan yang berjumlah 23 masjid.[sz]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here