PRNU Baratan Bersama MWCNU Patrang Gelar Kajian Bidayatul Hidayah, Kupas Tuntas Adab Berwudhu

(Foto : Geby, PRNU Baratan II bersama MWCNU Patrang dan PARNU Baratan Kecil menggelar kajian kitab Bidayatul Hidayah di Musholla Al Barokah, Patrang, Sabtu malam (03/01/2026)

Patrang, pcnujember.or.id – Komitmen meningkatkan kualitas ibadah warga terus digelorakan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Baratan II bersama PARNU Baratan Kecil dan MWCNU Patrang. Upaya tersebut diwujudkan melalui kajian kitab kuning yang digelar pada Sabtu malam (03/01/2026) di Musholla Al Barokah, Baratan, Kecamatan Patrang.

Kajian kali ini membedah kitab monumental karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, dengan fokus pada pembahasan adab-adab berwudhu dan doa-doa yang menyertainya. Materi ini dinilai krusial, mengingat kesempurnaan shalat sangat ditentukan oleh kesadaran seorang hamba dalam mensucikan diri sebelum menghadap Allah SWT.

Hadir sebagai pemateri, Ketua Tanfidziyah MWCNU Patrang, Kiai Mustamik Syamhudi, menekankan bahwa wudhu tidak boleh dipahami sebatas aktivitas membasuh anggota badan dengan air. Menurutnya, wudhu adalah prosesi spiritual yang sarat nilai adab dan kesadaran batin.

Baca Juga:  Perlebar Jangkauan Dakwah NU, MWCNU Patrang Lantik Pengurus Anak Ranting

“Wudhu bukan hanya membersihkan fisik, tetapi juga melatih kesadaran ruhani agar hati turut disucikan dari berbagai kotoran batin,” tuturnya di hadapan jamaah.

Dalam kajian tersebut, Kiai Mustamik mengulas sejumlah poin penting, di antaranya adab lahiriyah dalam berwudhu, seperti menjaga kebersihan tempat, menghadap kiblat, serta melakukannya dengan tertib dan tidak tergesa-gesa. Selain itu, ia juga menekankan dimensi spiritual wudhu sebagai sarana pensucian jiwa dan pengendalian diri sebelum menunaikan shalat.

Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus PRNU Baratan II, PARNU Baratan Kecil, serta jamaah dari lingkungan sekitar. Selain sebagai ruang penguatan keilmuan, kajian ini juga menjadi sarana membangun karakter jamaah yang disiplin, tertib, dan penuh kesadaran dalam beribadah.

Baca Juga:  Akselerasi Khidmah Jam’iyyah, MWCNU Patrang Mantapkan Konsolidasi Lewat Musyawarah Triwulan

Melalui pemahaman adab, jamaah diajak untuk tidak bersikap isti’jal (tergesa-gesa), melainkan menghargai setiap proses menuju perjumpaan dengan Allah SWT dalam shalat.

Ke depan, MWCNU Patrang bersama PRNU Baratan II berkomitmen mengintensifkan keterlibatan anak ranting melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Program tersebut direncanakan berlanjut dalam bentuk anjangsana rutin yang dilaksanakan secara bergilir di wilayah anak ranting, guna memperkuat ukhuwah dan keberlanjutan kaderisasi.

Reporter : Geby Niqita Pradilaf

Editor : Irwansyah GI

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *