Aswaja dan Gen Z : Kompas Moral di Tengah Badai Digital

Lora Ahmad Badrus Sholihin, MA, saat menyampaikan materi dalam Seminar Nasional tentang peran Aswaja bagi Gen Z di Aula Miftahul Ulum Kampus 1 UIJ, Selasa (27/1/2026). (Foto: Dok. UIJ)

Kaliwates, pcnujember.or.id – Aula Miftahul Ulum Kampus 1 Universitas Islam Jember (UIJ) dipenuhi semangat intelektual pada Selasa (27/01/2026). Sekitar 100 peserta menghadiri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) UIJ. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi keislaman dan dinamika generasi muda di era digital.

Di tengah derasnya arus globalisasi yang mengalir tanpa henti, Generasi Z diibaratkan tengah berlayar di samudra informasi yang luas. Ombak media sosial, gelombang disrupsi teknologi, hingga badai misinformasi kerap mengguncang arah perjalanan mereka. Dalam konteks inilah, nilai-nilai Aswaja hadir sebagai kompas moral yang menuntun langkah generasi muda agar tidak kehilangan arah.

Baca Juga:  Menulis Tidak Harus Menunggu Peristiwa 

Dalam paparannya, Lora Ahmad Badrus Sholihin, MA, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember, serta Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jember, menegaskan bahwa Islam Ahlussunnah wal Jama’ah memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan Gen Z.

Menurutnya, prinsip tawasuth, tawazun, dan tasamuh merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang moderat, seimbang, dan toleran di tengah gempuran budaya global dan arus digital yang sering kali mengikis nilai spiritual.

Peserta Seminar Nasional UIJ mengikuti kegiatan dengan penuh antusias di Aula Miftahul Ulum Kampus 1 UIJ, Selasa (27/1/2026). (Foto: Dok. UIJ)

“Di era yang serba cepat ini, Aswaja menjadi jangkar spiritual sekaligus layar kemajuan. Ia menjaga generasi muda agar tidak terombang-ambing oleh paham ekstrem, sekaligus mendorong mereka tetap adaptif terhadap teknologi,” tutur Lora Ahmad.

Baca Juga:  MWCNU Kalisat Jember Gelar Ikrar Wakaf Tanah, Langkah Awal Pengelolaan Aset NU

Sementara itu, Agus Zainuddin, M.Pd.I., selaku Kepala LP2AN UIJ, menambahkan bahwa penguatan nilai Aswaja di lingkungan kampus merupakan bagian dari upaya strategis dalam membentuk generasi akademisi yang berkarakter.

“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi juga membangun integritas moral dan spiritual mahasiswa agar mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya budaya tabayyun sebagai benteng menghadapi maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber. Dengan sikap kritis dan kehati-hatian, Gen Z diharapkan mampu menjadi penyejuk di ruang digital yang kerap dipenuhi kegaduhan.

Seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga menjadi taman persemaian nilai-nilai keislaman yang ramah, santun, dan inklusif. Para peserta diajak untuk merangkai harmoni antara warisan ulama dan dinamika zaman modern.

Baca Juga:  MWC NU Tanggul Laksanakan Vaksinasi 600 Dosis

Melalui kegiatan ini, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Aswaja UIJ berharap dapat melahirkan generasi digital yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga matang secara moral, kuat dalam akidah, dan luhur dalam akhlak. Sebuah generasi yang mampu menyalakan lentera nilai di tengah gelapnya arus informasi, serta menjadi pelita peradaban di masa depan.

Editor : Irwansyah GI

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *