Sumberbaru, pcnujember.or.id – Di tengah derasnya arus transformasi digital, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Jatiroto menggelar diskusi publik bertajuk “Peluang Usaha untuk Pemuda Desa Jatiroto di Era Ekonomi Digital” pada Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang temu gagasan bagi para pemuda dan masyarakat desa untuk memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal dan teknologi.
Kepala Desa Jatiroto, Bapak M. Saleh, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif GP Ansor yang menghadirkan forum edukatif dan inspiratif bagi generasi muda. Menurutnya, diskusi publik semacam ini mampu membuka cakrawala berpikir pemuda agar lebih adaptif, kreatif, dan visioner dalam menatap masa depan.
“Pemerintah desa berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik lahirnya usaha-usaha baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai pemateri, Sofia Fitri Sandi, S.Tr.Kom., selaku Kasi Pelayanan Desa Jatiroto, memaparkan bahwa era digital memberikan peluang besar bagi desa untuk berkembang secara mandiri dan kompetitif. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, media sosial, serta kreativitas sumber daya manusia, usaha lokal berpotensi naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Ia menjelaskan, digitalisasi berperan penting dalam memperluas akses pemasaran, menyediakan media promosi yang murah dan efektif, mempercepat transaksi, serta mendorong lahirnya inovasi produk dan layanan berbasis kebutuhan masyarakat.
Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Jatiroto, Zitki Maulana, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, khususnya kepada Kepala Desa Jatiroto dan pemateri.
“Diskusi ini kami harapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara GP Ansor dan pemerintah desa untuk mewujudkan Jatiroto yang lebih maju dan mandiri,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Sumberbaru, Eko Wahyudi, menegaskan bahwa tradisi diskusi telah mengakar kuat dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Ia merujuk pada gerakan Tashwirul Afkar yang dirintis KH Wahab Chasbullah sejak 1914 sebagai fondasi penguatan keilmuan dan sosial budaya warga NU.
“Tradisi diskusi harus terus dilestarikan agar pemuda Nahdliyin memiliki wawasan luas, daya kritis, dan kepedulian sosial yang kuat,” pesannya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat Desa Jatiroto, jajaran IPNU-IPPNU Sumberbaru, Pagar Nusa, serta Karang Taruna Desa Jatiroto. Diskusi berlangsung dalam suasana interaktif, penuh antusiasme, dan semangat kolaborasi antarorganisasi kepemudaan.
Melalui forum ini, GP Ansor Jatiroto meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pemberdayaan pemuda desa, sejalan dengan semangat ke-NU-an dan tuntutan zaman.
Reporter: Riski Wahyudi
Editor : Irwansyah GI













Respon (1)