Patrang, pcnujember.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Patrang mengawali rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1447 H dengan menyelenggarakan Safari Ramadhan Perdana Zona 1 pada Jumat (21/02/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Al Mubarok, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Patrang 1, dan berlangsung dengan suasana khidmat serta penuh antusiasme jamaah.
Safari Ramadhan ini menjadi bagian dari ikhtiar MWCNU Patrang dalam memperkuat spiritualitas sekaligus literasi keagamaan warga Nahdliyin, khususnya di wilayah perkotaan yang dihadapkan pada dinamika sosial dan keagamaan yang semakin kompleks.
Hadir sebagai pemateri utama, Ketua Aswaja Center MWCNU Patrang, Ust. Lukman Ega Marta, yang menyampaikan tausiyah bertema penguatan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan argumentatif, ia mengajak jamaah untuk tetap berpegang teguh pada tradisi keilmuan pesantren berbasis kitab kuning, tanpa menutup diri dari perkembangan zaman.
Dalam tausiyahnya, Ust. Lukman menekankan pentingnya literasi keagamaan sebagai benteng umat dari masuknya paham-paham keagamaan transnasional yang kerap menyusup melalui narasi keagamaan instan dan provokatif. Menurutnya, pemahaman agama yang mendalam dan berlandaskan manhaj Aswaja menjadi kunci utama menjaga stabilitas aqidah umat.
“Safari Ramadhan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat benteng aqidah dan literasi keagamaan warga NU, dimulai dari tingkat ranting,” tegasnya.
Selain sebagai media dakwah, Safari Ramadhan juga menjadi sarana konsolidasi organisasi antara jajaran pengurus MWCNU Patrang dengan PRNU, tokoh masyarakat, serta generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat dalam menjalankan program-program keumatan agar lebih merata dan tepat sasaran.
Kegiatan Safari Ramadhan MWCNU Patrang dijadwalkan akan berlangsung di beberapa zona lainnya selama bulan suci Ramadhan sebagai wujud komitmen jam’iyyah dalam menjaga tradisi, merawat ukhuwah, dan memperkuat ideologi Aswaja di tengah masyarakat.
Reporter: Geby Niqita Pradilaf
Editor: Irwansyah GI








