Ledokombo, pcnujember.or.id – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali diteguhkan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama melalui program Makanan Berbuka Gratis (MBG). MWC NU Ledokombo membagikan sekitar 800 paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan di jalur utama Ledokombo, Selasa (03/03/2027).
Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Utama Ledokombo tersebut melibatkan jajaran pengurus MWC serta berbagai badan otonom NU, di antaranya Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Ansor, Banser, LBM, Pagar Nusa, hingga ISNU. Kekompakan lintas banom ini menjadi cermin soliditas warga Nahdliyin dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rois Syuriah MWC NU Ledokombo, KH. Miftahul Arifin, yang juga Pengasuh PP. Miftahul Ulum Suren, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini diharapkan menjadi perekat persatuan warga NU, khususnya di Kecamatan Ledokombo.
“Bagi-bagi takjil kepada masyarakat diharapkan sebagai pemersatu warga Nahdliyin khususnya di Ledokombo. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa NU hadir untuk memberi manfaat, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat. Harapannya, para pelajar NU di Kecamatan Ledokombo dapat terus menjaga loyalitas dan selaras dengan tujuan organisasi,” tuturnya.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Ledokombo, Moh. Ali, menambahkan bahwa kegiatan MBG sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka.
“Kegiatan MBG (Makanan Berbuka Gratis) atau berbagi takjil ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus digalakkan oleh kader muda NU,” ujarnya.
Usai pembagian MBG, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama, ceramah agama, dan ditutup dengan buka puasa bersama di Kantor MWC NU Ledokombo yang baru. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah di tengah masyarakat.
Melalui momentum Ramadhan ini, MWC NU Ledokombo berharap kegiatan buka puasa bersama tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana konsolidasi dan penguatan warga NU agar tetap solid serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai upaya yang berpotensi memecah belah persatuan, khususnya di kalangan Nahdliyin.
Reporter: Irwansyah GI
