Tuban, pcnujember.or.id– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menegaskan komitmennya dalam memperkuat soliditas dan arah gerak organisasi di tengah berlangsungnya Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-I PWNU Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Sabtu–Ahad (11–12/4/2026).
Sekretaris PCNU Jember, Dr. KH. Abdul Hamid Pujiono, menyampaikan bahwa Muskerwil menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.
“Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyatukan arah gerak organisasi. PCNU Jember siap menindaklanjuti setiap hasil keputusan dengan memperkuat struktur hingga tingkat bawah,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir, turut memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran NU di daerah.
Ia menginstruksikan kepada PCNU se-Jawa Timur untuk mensukseskan Muktamar NU 2026, serta mendorong peningkatan peran aktif dalam menjalankan program organisasi secara terstruktur dan berkelanjutan.
Menurut Kyai Pujiono, berbagai isu strategis menjadi pembahasan utama dalam Muskerwil, di antaranya penguatan peran Aswaja Center, pengembangan pendidikan berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah, hingga optimalisasi pengelolaan wakaf dan kaderisasi kesehatan.
“Ini bagian dari upaya memperkuat peran NU di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga sosial dan pemberdayaan umat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz, secara terbuka mengakui adanya pergeseran karakter internal NU. Ia menyinggung mulai memudarnya dimensi silaturahim sebagai ruh organisasi yang selama ini menjadi kekuatan tak tertulis NU.

“Yang kami rasakan, NU hari ini berbeda. Dan yang paling mencolok, yang tidak ditemukan dalam peraturan perkumpulan yang baru, adalah soal silaturahim,” ujarnya.
Ia pun mendorong langkah konkret berupa muhasabah dan evaluasi menyeluruh. Dengan jumlah jam’iyyah yang mencapai sekitar 150 juta di Indonesia, ia mempertanyakan efektivitas jika potensi besar tersebut berjalan tanpa arah kolektif.
Muskerwil masih berlangsung dengan agenda sidang pleno, sidang komisi, serta pembahasan berbagai materi strategis organisasi yang akan menjadi pijakan arah kebijakan ke depan.
PCNU Jember sendiri hadir dengan jajaran lengkap, di antaranya dari unsur Syuriyah KH. Muhsin Bais dan K. A. Dawam Wahid, serta dari jajaran Tanfidziyah Dr. KH. Abdul Hamid Pujiono, Taufik Hidayat, M.Pd, H. Sholahuddin, serta Ketua LBM NU Kyai Sukri.
Kehadiran tersebut menjadi bentuk keseriusan PCNU Jember dalam mengikuti setiap proses perumusan kebijakan strategis organisasi.
Dengan semangat kebersamaan, PCNU Jember optimistis mampu memperkuat konsolidasi internal serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Reporter: Irwansyah GI








