Kalisat, pcnujember.or.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kapasitas petani terus dilakukan Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) MWCNU Kalisat. Kamis (29/5), lembaga tersebut menggelar penyuluhan dan pelatihan petani yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Kalisat.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu menghadirkan narasumber dari PT Biotis Agrindo. Materi yang diberikan meliputi teknik perawatan tanaman, tata cara penyemprotan yang efektif, hingga pengelolaan tanah untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
Ketua LPP MWCNU Kalisat Ustadz Mahfud mengatakan, saat ini pihaknya tengah menjalankan program kemitraan budidaya jagung Syngenta bersama CV Holili Jaya. Program tersebut mendapat respons positif dari petani Nahdliyin.
“Dari target 20 hektare, saat ini sudah terealisasi 14 hektare dan seluruhnya dikelola oleh petani NU. Ini menunjukkan semangat dan potensi besar yang dimiliki petani Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Menurut Mahfud, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani agar mampu mengelola lahan secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Ketua MWCNU Kalisat KH Mahrus Ali mengapresiasi berbagai program yang dijalankan LPP MWCNU Kalisat. Dia menilai langkah tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi warga NU, khususnya yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
“Saya bangga dengan berbagai terobosan yang dilakukan LPP MWCNU Kalisat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Dukungan juga datang dari Kepala Desa Glagahwero yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia berharap program pemberdayaan yang dijalankan LPP tidak hanya berfokus pada pertanian, tetapi juga mulai merambah sektor peternakan dan pengelolaan sampah.
“Pengembangan peternakan dan pengolahan sampah dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi interaktif antara narasumber dan petani mewarnai jalannya pelatihan. Berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan turut dibahas untuk dicarikan solusi bersama.
Keseruan semakin terasa saat panitia membagikan sejumlah doorprize. Mulai dari tangki semprot, perlengkapan pertanian, program tebus murah obat pertanian, hingga berbagai hadiah menarik lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, LPP MWCNU Kalisat berharap mampu mencetak petani yang lebih mandiri, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kecamatan Kalisat.
Reporter: Agus
Editor: Irwansyah GI
