Sinergi Ranting NU dan Pemdes Jatiroto, Merajut Harmoni di Usia Satu Abad NU

KH Malik Sanusi menyampaikan mauidhah hasanah dalam peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Lapangan Jati Emas, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Jumat (30/1/2026). (Foto: Riski Wahyudi)

Sumberbaru, pcnujember.or.id – Lapangan Jati Emas, Desa Jatiroto, Jumat (30/1/2026) malam, berubah menjadi lautan manusia. Di bawah langit yang bersahabat, ribuan warga tumpah ruah, menyatu dalam satu irama doa dan sholawat, memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama Kalender Masehi.

Tak sekadar seremoni, peringatan ini menjadi panggung kebersamaan. Ranting Nahdlatul Ulama Jatiroto dan Pemerintah Desa Jatiroto berjalan beriringan, merajut sinergi yang menghadirkan harmoni antara agama, budaya, dan pemerintahan.

Acara diawali dengan lantunan istighosah yang dipimpin KH Muhammad Taufiq Syam, Rais Syuriyah MWCNU Sumberbaru. Doa-doa mengalir, mengangkasa, mengetuk pintu langit. Disusul gema sholawat yang menggema, menghangatkan relung-relung hati jamaah sebagai bukti cinta kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga:  RTK PMII Komisariat IAIN Jember berjalan Khidmat di Kantor MWC NU Rambipuji
Ribuan jamaah memadati Lapangan Jati Emas saat mengikuti rangkaian peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama Kalender Masehi di Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Jumat (30/1/2026).(Foto:Riski Wahyudi)

Sejak awal hingga akhir, suasana religius terasa begitu kental. Seolah, setiap tarikan napas jamaah menyatu dengan zikir dan harap, memohon keberkahan bagi perjalanan NU di abad keduanya.

Ketua Panitia, Ustadz Muhammad Fauzan, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan kegiatan. Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Jatiroto yang telah menjadi mitra strategis Ranting NU.

“Kekompakan inilah yang menjadi kekuatan NU. Dari desa, kita bangun peradaban,” ujarnya, disambut tepuk tangan jamaah.

Kepala Desa Jatiroto, Shaleh, tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai kekompakan NU dan masyarakat sebagai modal sosial yang sangat berharga. Pada kesempatan itu, ia juga meresmikan nama Lapangan Jati Emas, sebagai simbol harapan dan kemajuan Desa Jatiroto.

Baca Juga:  Pemantapan Sosialisasi Pembuatan KartaNU MWC NU Sumberjambe

“Semoga NU semakin jaya, semakin memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Sumberbaru menyampaikan kabar baik terkait peningkatan pelayanan administrasi kependudukan. Ia menegaskan, kemudahan layanan publik merupakan bagian dari komitmen Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, dalam mendekatkan negara kepada masyarakat.

Dalam mauidhah hasanahnya, KH Malik Sanusi mengajak jamaah untuk terus mensyukuri nikmat Allah SWT. Menurutnya, manusia diciptakan dengan potensi kebaikan dan kecerdasan agar mampu menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial.

“Peringatan ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi menguatkan iman dan perjuangan,” tegasnya.

KH Khotibin turut menutup rangkaian nasihat dengan doa. Ia memohon agar keberkahan para muassis NU senantiasa menaungi langkah generasi penerus, agar tetap istiqamah dalam khidmah.

Baca Juga:  160 Juta Untuk Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa NU bukan sekadar organisasi, melainkan rumah besar yang hidup di tengah denyut masyarakat. Sejak sore hingga malam, Lapangan Jati Emas dipenuhi warga yang mengikuti acara dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa memiliki.

Di usia satu abad ini, NU Jatiroto menunjukkan bahwa kekuatan sejati terletak pada kebersamaan. Dari desa kecil, cahaya peradaban Islam Nusantara terus menyala, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih bermartabat.

Reporter: Riski Wahyudi

Editor: Irwansyah GI

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *