Hikmah  

Mengapa Nabi Muhammad SAW Hanya Putra Tunggal?

Nabi Muhammad SAW, sebagai putra tunggal dari pasangan Abdullah dan Aminah. Tidak seperti para Rasul sebelumnya, yang memiliki saudara kandung, baik yang menjadi Nabi ataupun tidak. (ilustrasi: pcnujember.or.id)

Keturunan (anak-cucu) Nabi biasanya juga diangkat menjadi seorang Nabi, terlebih Nabi Ibrahim AS yang anak cucunya banyak menjadi Nabi dan Rasul. Namun tidak demikian dengan Nabi Muhammad SAW, sebab putra-putranya, yakni Sayid Qashim, Sayid Abdullah, dan Sayid Ibrahim, semuanya wafat di saat masih kecil. Allah SWT memanggil tiga lelaki tersebut di umur yang masih belia, agar umatnya tidak mengkultuskan kenabian setelah kewafatannya. Dan kenabian terputus, berakhir pada Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW, sebagai putra tunggal dari pasangan Abdullah dan Aminah. Tidak seperti para Rasul sebelumnya, yang memiliki saudara kandung, baik yang menjadi Nabi ataupun tidak. Seperti Nabi Ishaq AS, saudara dari Nabi Ismail AS, Nabi Yusuf AS mempunyai sebelas saudara laki-laki, dan Nabi Harun AS memiliki saudara Nabi Musa AS.

Lalu mengapa, Nabi Muhammad SAW tidak memiliki saudara kandung? baik perempuan ataupun laki-laki?.

Pertama, sebagai akhir dari terpilihnya Abdullah dengan Aminah melahirkan seorang anak yang diangkat menjadi Rasul. karena setelah pasangan Abdullah dan Aminah tidak ada satupun keluarga yang melahirkan bayi lalu diangkat menjadi Nabi.

Kedua, untuk mempersempit nasab dan keturunan Abdullah dengan Aminah hanya terpusat kepada putra tunggalnya, yaitu Muhammad SAW, sebagai akhir nubuwah dan sempurnanya kemuliaan.

Demikianlah alasan mengapa Nabi Muhammad SAW itu putra tunggal, sebagaimana yang di tulis oleh Sayid Muhammad bin ‘Alawi Al Maliki dalam kitabnya; Muhammad SAW Al Insan Al Kamil, Hal. 14. (Red Aaf)