Yudisium FKIP UIJ: Lulus Itu Biasa, Jadi yang Terbaik Itu Keharusan

(Foto ; Dok Humas UIJ, Dekan FKIP UIJ H. Sholahuddin Al Ayubi, M.Pd saat sambutan dalam Rapat Terbuka Senat, Sabtu (13/12).

Kaliwates, pcnujember.or.id – Ijazah tak lagi istimewa. Gelar sarjana bukan jaminan. Di tengah banjir lulusan dan ketatnya persaingan, hanya mereka yang unggul yang akan bertahan. Pesan keras itu disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Jember (UIJ), H. Sholahudin Al Ayubi, M.Pd., dalam Rapat Terbuka Senat, Sabtu (13/12).

Sholahudin menegaskan, dunia pendidikan kini dipenuhi calon guru dari berbagai kampus. Kompetensi menjadi pembeda utama. Tanpa kualitas, ijazah hanya menjadi formalitas.

“Yang mau jadi guru itu banyak. Tidak hanya dari UIJ. Maka jangan puas hanya lulus. Harus jadi yang terbaik,” katanya lugas.

Ia menyebut, alumni FKIP UIJ wajib membawa tiga senjata utama saat terjun ke masyarakat. Bukan sekadar modal kerja, melainkan fondasi hidup. Ketiganya adalah adab, ilmu, dan kemampuan menerapkan ilmu.

(Foto ; Dok Humas UIJ, Yudisium Sarjana Strata 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Bagi Solahudin, adab adalah kunci. Ilmu setinggi apa pun, jika tak dibingkai akhlak, akan kehilangan makna dan manfaat.

“Tanpa adab, ilmu bisa sia-sia,” tegasnya yang juga Wakil Sekretaris PCNU Jember.

Ilmu, lanjutnya, telah dimiliki para lulusan dan dikukuhkan melalui yudisium. Namun itu baru awal. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana ilmu tersebut dihidupkan, diterapkan, dan memberi solusi nyata.

“Ilmu harus bekerja. Harus tampak hasilnya,” ujarnya.

Solahudin juga mengingatkan, alumni FKIP UIJ membawa tanggung jawab moral sebagai representasi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, etika, dan pengabdian, apa pun profesi yang dijalani.

“Kami ingin alumni FKIP UIJ tetap menjadi kader Aswaja di mana pun berada,” pungkasnya.

Yudisium kali ini diikuti 76 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Biologi. Mereka resmi menyandang gelar sarjana. Namun pesan fakultas jelas: gelar hanya tiket masuk, kualitaslah yang menentukan masa depan.

Reporter : Irwansyah GI

Exit mobile version