Anjangsana PAC Fatayat NU Sumberbaru Bersama Banom dan MWC NU, Rajut Ukhuwah dan Loyalitas Kader

(Foto ' Riski Wahyudi, Kegiatan anjangsana PAC Fatayat NU Sumberbaru di Desa Tambakrejo, Ahad (14/12/2025).

Sumberbaru, pcnujember.or.id – Upaya merawat silaturahmi dan menguatkan ukhuwah islamiyah terus dilakukan keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Sumberbaru. Salah satunya melalui kegiatan anjangsana yang digelar PAC Fatayat NU Sumberbaru bersama PAC Muslimat NU, pengurus ranting Fatayat, serta jajaran MWC NU Sumberbaru, Ahad (14/12/2025).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipusatkan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumberbaru. Sejak pagi, suasana hangat dan penuh keakraban sudah terasa, mencerminkan semangat kebersamaan antarkader lintas struktur dan badan otonom NU.

Anjangsana ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat sinergi organisasi, meneguhkan loyalitas kader, serta mempererat hubungan antara struktur ranting, PAC, hingga MWC NU. Canda, dialog ringan, dan diskusi organisasi menyatu dalam balutan suasana kekeluargaan.

Ketua PAC Fatayat NU Sumberbaru, Faiqotul Hima, M.E., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan militansi kader. Ia mengajak seluruh anggota Fatayat NU agar terus aktif bergerak dan hadir di tengah masyarakat dengan program-program yang solutif dan berkelanjutan.

“Fatayat NU harus terus membumi di Sumberbaru. Bergerak bersama, saling menguatkan, dan istiqamah dalam khidmat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PAC Muslimat NU Sumberbaru, Siti Aisyah, S.Pd., menegaskan komitmen Muslimat NU untuk senantiasa mendampingi Fatayat NU. Menurutnya, sinergi antargenerasi perempuan NU menjadi kunci keberlanjutan organisasi.

“Muslimat NU siap membersamai setiap gerak Fatayat NU, karena kita tumbuh dari rahim perjuangan yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Sumberbaru, Ustadz Khotib, S.Pd., menyampaikan bahwa MWC NU akan terus memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan badan otonom NU. Ia mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas dan terus berkhidmat demi masa depan NU yang lebih kokoh.

Dalam pesannya, Ustadz Khotib menegaskan pentingnya etika berorganisasi dengan kalimat yang menggugah, “Hormati kelebihan, maklumi kekurangan, dan maafkan kesalahan.”

Rangkaian anjangsana ditutup dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan Wakil Katib Syuriah MWC NU Sumberbaru, Ustadz Musleh. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa perempuan dapat aktif berorganisasi, khususnya di Fatayat NU, tanpa meninggalkan peran dan tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu dalam keluarga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang semakin erat, tumbuh semangat khidmat, serta menguatnya loyalitas kader dalam mengoptimalkan peran Fatayat NU sebagai bagian integral dari Nahdlatul Ulama di Kecamatan Sumberbaru.

Reporter : Riski Wahyudi

Editor : Irwansyah GI

Exit mobile version