Jember, pcnujember.or.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar Pekan Nahdlatut Tujjar sebagai ikhtiar menghidupkan kembali spirit kemandirian ekonomi umat yang menjadi salah satu pilar utama berdirinya Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini berlangsung pada 3 Desember 2025 di Kampus 2 UIJ.
Mengusung tema kebangkitan kewirausahaan berbasis nilai keislaman dan ke-NU-an, kegiatan ini menghadirkan Izzul Ashlah, S.E., M.Akun. sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Nahdlatut Tujjar bukan sekadar jargon historis, melainkan spirit gerakan ekonomi yang relevan dengan tantangan umat hari ini.
“Salah satu dari tiga pilar pendirian Nahdlatul Ulama adalah spirit Nahdlatut Tujjar, yakni kebangkitan berwirausaha. Pengentasan kemiskinan merupakan ikhtiar strategis untuk mencegah kemaksiatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menghidupkan spirit Nahdlatut Tujjar berarti menempatkan ekonomi sebagai medan khidmah, bukan semata aktivitas bisnis. Menurutnya, geliat koperasi, BUMNU, BUMA, hingga bisnis pesantren merupakan instrumen nyata transformasi sosial yang harus terus diperkuat.
Keunikan FEBI UIJ, lanjut Izzul Ashlah, terletak pada hadirnya mata kuliah Nahdlatut Tujjar dalam kurikulum. Mata kuliah ini tidak hanya mengajarkan kewirausahaan secara teknis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman nilai-nilai muasis Nahdlatul Ulama tentang kemandirian ekonomi dan praktik usaha yang selaras dengan fiqih muamalah.
Sebagai bentuk implementasi nyata, Pekan Nahdlatut Tujjar diramaikan dengan pameran produk kreativitas mahasiswa, mulai dari olahan makanan, kerajinan, hingga produk inovatif berbasis ekonomi syariah. Pameran ini menjadi ruang aktualisasi ide sekaligus laboratorium kewirausahaan bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIJ berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep Nahdlatut Tujjar secara teoritis, tetapi mampu mempraktikkan kewirausahaan secara berkelanjutan serta mengembangkan produk kreatif yang berdaya saing lebih luas.
Pekan Nahdlatut Tujjar pun menjadi penegasan bahwa kampus tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga kader penggerak ekonomi umat yang berakar pada nilai, tradisi, dan keberpihakan sosial.
Editor : Irwansyah GI
