Sumberbaru, pcnujember.or.id — Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWC NU Sumberbaru kembali menggelar pengajian rutin kitab Fathul Mu’in yang dilaksanakan setiap malam Rabu, dua pekan sekali. Kegiatan terbaru ini berlangsung pada Selasa malam, 30 Desember 2025, bertempat di Sekretariat MWC NU Sumberbaru.
Pengajian tersebut diikuti jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWC NU Sumberbaru, serta seluruh pengurus LBM dari masing-masing ranting se-Kecamatan Sumberbaru. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperdalam kajian fikih sekaligus mempererat koordinasi antarstruktur NU di tingkat kecamatan.
Acara diawali dengan tawassul yang dipimpin oleh Rois Syuriah MWC NU Sumberbaru, Kiai Qosim, kemudian dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin Wakil Rois Syuriah, Gus Minanurrahman. Suasana khidmat terasa sejak awal hingga rangkaian acara berlangsung.
Kajian kitab Fathul Mu’in disampaikan oleh Ustadz Bardiyanto, anggota LBM MWC NU Sumberbaru, dengan pembahasan pada bab:
فصل في حكم المبيع قبل القبض
(Fathul Mu’in, halaman 70)
Materi kajian membahas secara mendalam hukum jual beli sebelum serah terima barang. Pembahasan tersebut dinilai relevan dengan praktik muamalah yang kerap dijumpai dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pengajian berlangsung interaktif dengan dialog antara pemateri dan peserta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Habib Ubaidillah, Wakil Rois Syuriah MWC NU Sumberbaru.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Sumberbaru, Ustadz Khotib Ali, menyampaikan bahwa kegiatan pengajian tersebut bertepatan dengan peringatan haul wafatnya KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang jatuh pada 30 Desember. Gus Dur dikenal sebagai mantan Ketua Tanfidziyah PBNU sekaligus Presiden ke-4 Republik Indonesia.
“Gus Dur adalah guru bangsa, dzurriyah muassis NU, cucu dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Semoga pada momentum ini kita semua mendapatkan barokah dari para muassis dan guru bangsa, sehingga diberi kekuatan dalam menjalankan tugas-tugas ke-NU-an,” ungkapnya.
Ustadz Khotib Ali juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus yang istiqamah menghadiri kegiatan LBM. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada H. Abdurrahman, Mustasyar MWC NU Sumberbaru, yang telah menyediakan konsumsi bagi para peserta.
“Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan untuk NU dengan balasan yang berlipat ganda,” pungkasnya.
Melalui kegiatan rutin ini, LBM MWC NU Sumberbaru diharapkan terus menjadi sarana penguatan keilmuan, ukhuwah, dan khidmah para pengurus NU dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Reporter: Riski Wahyudi
Editor: Faizin Adi
Publisher: Irwansyah GI
