MWCNU Patrang Gelar Kajian Muroqi Al-‘Ubudiyah tentang Etika Pergaulan

(Foto/Geby, MWCNU Patrang menggelar Kajian Kitab Muroqi Al-‘Ubudiyah di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq, Selasa malam (6/1/2026). Melalui kajian ini, jamaah diajak menjadikan pergaulan sebagai lentera dalam menjaga kualitas ibadah).

Patrang, pcnujember.or.id – Di tengah derasnya arus pergaulan modern, MWCNU Kecamatan Patrang memilih merawat iman lewat jalur keilmuan. Melalui Kajian Rutin Kitab Muroqi Al-‘Ubudiyah yang digelar oleh Threezone MWCNU Patrang pada Selasa malam (6/1/2026), warga diajak menata pergaulan sebagai fondasi penting dalam menjaga kualitas ibadah.

Bertempat di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq, Gebang Tengah, kajian ini menghadirkan Ketua LBM MWCNU Patrang, Ust. Haikal Ar-Rasyid. Sejak awal, suasana masjid tampak hidup. Jamaah dari berbagai unsur pengurus MWCNU, PRNU, hingga masyarakat sekitar—mengisi saf-saf pengajian, seolah menjadikan malam itu sebagai ruang meneduhkan diri dari hiruk-pikuk keseharian.

Dalam pemaparannya, Ust. Haikal menegaskan bahwa Kitab Muroqi Al-‘Ubudiyah, sebagai syarah atas Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali, adalah kompas etika dalam mengarungi samudra pergaulan. Menurutnya, pergaulan bukan sekadar soal siapa menemani, tetapi ke mana arah langkah seseorang dibawa.

Ia mengibaratkan teman sebagai cermin dan kemudi. “Sering kali, wajah perilaku kita adalah pantulan dari siapa yang paling sering kita ikuti,” tuturnya. Merujuk pada isi kitab, ia menguraikan empat kriteria penting dalam memilih teman: berakal sehat agar tidak terseret pada kebodohan, berakhlak mulia sebagai pagar adab, menjaga ketaatan dan menjauhi kefasikan, serta tidak terjebak dalam pesona dunia yang kerap membelokkan orientasi akhirat.

Kajian ini juga menjadi ajang penguatan barisan dakwah NU di tingkat kecamatan. Hadirnya Ust. Tamam Hidayat selaku Ketua Zona dan H. Zainul Mashadi Romli selaku Mustasyar MWCNU Patrang menjadi penanda bahwa denyut kajian kitab kuning masih terus dijaga dan dirawat. Dukungan struktural ini mempertegas bahwa dakwah NU tidak hanya bergerak di mimbar, tetapi juga berakar di ruang-ruang pengajian.

Tak berhenti pada transfer ilmu, forum ini juga membuka ruang dialog. Jamaah diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan seputar dinamika pergaulan sehari-hari mulai dari lingkungan kerja hingga pergaulan generasi muda. Diskusi mengalir hangat, menjadikan kajian bukan sekadar monolog, melainkan ruang berbagi kegelisahan dan solusi.

Melalui kajian rutin ini, MWCNU Patrang berharap masyarakat semakin cermat memilih lingkungan sosial. Di tengah zaman yang menawarkan banyak jalan pintas, kajian Muroqi Al-‘Ubudiyah diharapkan menjadi rambu agar langkah tetap lurus dan ibadah tidak kehilangan ruhnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan wilayah Patrang dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Malam pun beranjak, namun pesan kajian tetap tinggal menjadi bekal agar pergaulan tak sekadar ramai, tetapi juga bermakna.

Reporter : Geby

Editor : Irwansyah GI

Exit mobile version