Pengurus MWC NU Sumberbaru Hadiri Haflatul Imtihan Madin Miftahul Ulum Gelang

Pengurus MWC NU Sumberbaru bersama KH. Kholil Yasin saat menghadiri kegiatan Haflatul Imtihan Madin Miftahul Ulum Sengunan di Desa Tampingan, Kecamatan Gelang, Senin (26/1/2026). (Foto: Riski Wahyudi)

Sumberbaru, pcnujember.or.id – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sumberbaru bersama Ketua LAZISNU dan jajaran menghadiri kegiatan Haflatul Imtihan Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Ulum Sengunan, Desa Tampingan, Kecamatan Gelang, pada Senin (26/01/2026).

Haflatul Imtihan ini menjadi penanda berakhirnya tahun pembelajaran sekaligus peringatan usia ke-23 Madin Miftahul Ulum sejak berdiri. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri para wali santri, tokoh masyarakat, serta pengurus NU setempat.

Kepala Madin Miftahul Ulum, Ustadz Suparman, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas eksistensi madrasah yang telah bertahan selama 23 tahun. Ia menegaskan bahwa Haflatul Imtihan tahun ini mengusung tema “Menciptakan Generasi Bertakwa, Beriman, dan Berakhlakul Mulia”.

Suasana ceramah KH. Kholil Yasin dan Nyai Hj. Hayyinah dalam Haflatul Imtihan Madin Miftahul Ulum Sengunan, Desa Tampingan, Kecamatan Gelang, Senin (26/1/2026). (Foto: Riski Wahyudi)

“Tema ini menjadi komitmen kami dalam mendidik santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya merupakan bagian dari pengurus LAZISNU MWC NU Sumberbaru.

Acara dipandu oleh Sekretaris UPZIS Ranting NU Gelang 02, Ustadz Umar Ali Kusuma, yang bertugas sebagai pembawa acara. Sementara itu, sambutan pembina yayasan disampaikan oleh KH. Muhlis. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendidikan diniyah sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berkepribadian Islami.

Rangkaian acara semakin bermakna dengan tausiyah dari para narasumber. Ceramah pertama disampaikan oleh KH. Kholil Yasin yang mengutip nasihat ulama:

“الناس كلهم موتى إلا العالمون، والعالمون كلهم هلكى إلا العاملون، والعاملون كلهم غرقى إلا المخلصون، والمخلصون على خطر عظيم”

Kutipan tersebut menegaskan bahwa ilmu harus diamalkan dengan penuh keikhlasan agar membawa keberkahan dalam kehidupan.

Selanjutnya, ceramah kedua disampaikan oleh Nyai Hj. Hayyinah. Ia menyampaikan bahwa derajat manusia dapat meningkat melalui empat perkara, yakni bijaksana, tawadhu’, sabar, dan berakhlakul mulia.

Kegiatan Haflatul Imtihan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua MWC NU Sumberbaru. Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti penutupan acara, sebagai bentuk harapan agar seluruh santri senantiasa diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri Madin Miftahul Ulum semakin termotivasi untuk terus belajar, mengamalkan nilai-nilai keislaman, serta memperkuat tradisi ke-NU-an dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Riski Wahyudi

Editor : Irwansyah GI

Exit mobile version