Patrang, pcnujember.or.id – Semangat berbagi mewarnai gelaran Kampung Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Gebang Tengah, Jumat (27/2/2026), di sepanjang Jalan Kaca Piring. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 703 paket takjil dibagikan kepada warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas.
Angka 703 bukan sekadar hitungan, melainkan simbol dari kuatnya gotong royong dan tata kelola filantropi yang terorganisir. Seluruh paket merupakan hasil mobilisasi donasi yang dikelola secara kolektif dan akuntabel, melibatkan berbagai unsur dan badan otonom (Banom) NU.
Kolaborasi lintas generasi menjadi kunci sukses kegiatan ini. Hadir dan terlibat aktif di antaranya MWCNU Patrang, Muslimat Gebang Tengah III, Banser Gebang Tengah, LAZISNU Patrang, serta kader muda Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Patrang. Masing-masing menjalankan peran sesuai fungsinya, menjadikan kegiatan berjalan tertib, rapi, dan penuh semangat kebersamaan.
Secara sosiologis, pembagian takjil ini merupakan wujud nyata kesalehan sosial. Nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada ritual personal, tetapi hadir dalam aksi konkret yang menyentuh masyarakat luas. Memberi makan orang yang berpuasa memiliki keutamaan dalam tradisi Islam, sekaligus menjadi jembatan silaturahmi yang mempererat hubungan sosial di ruang publik.
Warga yang melintas tidak hanya menerima paket berbuka puasa, tetapi juga merasakan keramahan dan kepedulian para relawan. Senyum, sapaan hangat, serta doa yang terucap menjadi gambaran bahwa Ramadhan adalah momentum memperkuat empati dan solidaritas sosial.
Melalui Kampung Ramadhan ini, PRNU Gebang Tengah berharap budaya berbagi yang terorganisir dapat terus tumbuh dan menginspirasi lingkungan sekitar. Dengan manajemen yang baik dan kekompakan antarbanom, sebuah lingkungan kecil mampu menghadirkan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.
Ramadhan pun menjadi ruang pembelajaran bersama: bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan nilai yang harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat, baik di bulan suci maupun di hari-hari setelahnya.
Reporter: Geby Niqita Pradilaf
Editor: Irwansyah GI
