MWCNU Patrang Dorong Akurasi Kiblat Bersama KUA

Sinergi Kemenag, KUA, dan ormas perkuat ketepatan arah ibadah

Sosialisasi sertifikasi arah kiblat oleh Kemenag dan KUA Patrang bersama MWCNU Patrang di Masjid Baitul Ikhlas, Kamis (24/4/2026), guna memastikan akurasi arah ibadah jamaah.

Patrang, pcnujember.or.id – Upaya meningkatkan ketepatan arah kiblat terus diperkuat di Kecamatan Patrang. Melalui sosialisasi sertifikasi arah kiblat yang digelar Kamis (24/4/2026) di Masjid Baitul Ikhlas, Kementerian Agama (Kemenag) bersama KUA Patrang menggandeng berbagai unsur ormas keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama melalui MWCNU Patrang.

Kegiatan ini bertujuan memastikan akurasi arah kiblat masjid melalui metode falakiyah yang terukur. Masjid yang telah memenuhi standar teknis nantinya akan memperoleh sertifikasi resmi dari Kemenag sebagai bentuk validasi arah ibadah.

Selain sosialisasi, forum ini juga menjadi momentum penguatan peran Lembaga Falakiyah MWCNU Patrang. Lembaga tersebut diperkenalkan sebagai mitra strategis dalam pendampingan ilmu falak di tingkat kecamatan, baik dalam penentuan arah kiblat maupun penanggalan Islam.

Pemateri, Ahmad Syahroni, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Menurutnya, akurasi kiblat bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut ketenangan jamaah dalam beribadah.

Ketua MWCNU Patrang, Kyai Mustamik Syamhudi, mengapresiasi langkah Kemenag dalam menghadirkan program sertifikasi tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam bentuk edukasi kepada masyarakat.

“Kegiatan ini penting untuk memberikan jaminan ketenangan bagi jamaah. Ke depan, kami berharap Lembaga Falakiyah MWCNU Patrang dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak, sehingga masjid tidak hanya makmur secara jamaah, tetapi juga tepat secara administrasi dan tuntunan,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akurasi arah kiblat semakin meningkat, sekaligus mendorong pengelolaan masjid yang lebih tertib, akurat, dan profesional.

Reporter: Geby Niqita Pradilaf
Editor: Irwansyah GI

Exit mobile version