Menebar Takjil di Nadi Kota, PRNU Jelo 01 Hadirkan Hangatnya Ramadan di Jalan PB Sudirman

PRNU Jemberlor 01 membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Kota Jember. Foto (Geby Niqita Pradilaf/Patrang).

Patrang, pcnujember.or.id – Sore di Jalan Panglima Besar (PB) Sudirman, Jember, biasanya dipenuhi deru kendaraan yang berkejaran dengan waktu. Namun di salah satu sudut nadi kota itu, suasana menjelang magrib berubah lebih hangat. Senyum para relawan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jelo 01 menjadi penyambut bagi para pengguna jalan yang masih berjuang menembus lalu lintas untuk pulang.

Bulan suci Ramadan seolah membuka ruang bagi lahirnya banyak tangan yang ingin berbagi. PRNU Jelo 01 memilih turun langsung ke jalan, membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, ojek online, hingga pejalan kaki yang masih berada di perjalanan saat azan magrib hampir berkumandang.

Baca Juga:  MWCNU Patrang Peringati Harlah NU ke-102 dengan Memasang Bendera NU Serentak

Di tengah lalu lintas yang mengalir seperti sungai tak pernah tidur, para relawan berdiri di tepi jalan. Satu per satu paket takjil berpindah tangan. Sederhana, namun cukup untuk menjadi penawar dahaga setelah seharian berpuasa.

Salah satu pengurus PRNU Jelo 01 mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk khidmat Nahdlatul Ulama kepada masyarakat. Menurutnya, berbagi takjil bukan sekadar membagikan makanan pembuka, tetapi juga menebar pesan persaudaraan.

“Kami ingin saudara-saudara kita yang masih di jalan tetap bisa berbuka tepat waktu. Ini bagian dari khidmat kami kepada umat. NU ingin selalu hadir sebagai saudara bagi siapa pun yang sedang berjuang di jalanan,” ujarnya.

Langkah kecil di tepian jalan itu diharapkan mampu menyalakan lilin-lilin kebaikan lainnya. PRNU Jelo 01 berharap aksi sederhana tersebut dapat menginspirasi komunitas dan masyarakat untuk ikut menebar manfaat selama Ramadan.

Baca Juga:  LDNU Gelar Festival Hadrah al Habsyi Se Cabang NU Jember

Menjelang azan magrib, kegiatan ditutup dengan rasa syukur. Para relawan percaya, setiap langkah yang diayunkan di jalanan sore itu bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi juga jejak pengabdian yang diharapkan berbuah keberkahan bagi masyarakat Jember di bulan yang penuh rahmat ini.

Reporter : Geby Niqita Pradilaf
Editor : Irwansyah GI

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *