Guyuran Hujan Tak Surutkan Semangat, MWCNU Kaliwates Gelar Lailatul Ijtima’ dan Halal Bihalal

(Foto: Mochammad Najibulloh/pcnujember.or.id. Lailatul Ijtima’ dan Halal Bihalal MWCNU Kaliwates, Selasa, 31 Maret 2026).

Kaliwates, pcnujember.or.id – Guyuran hujan yang turun sejak sore hari tak menyurutkan semangat warga Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kaliwates. Pengurus MWCNU Kaliwates tetap menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ dan Halal Bihalal pada Selasa (31/3/2026) pukul 19.00 WIB di Aula MWCNU Kaliwates.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus ranting, lembaga, dan banom se-Kaliwates, serta para kader penggerak NU. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat berjamaah tidak lekang oleh kondisi cuaca.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan istighotsah, dilanjutkan pengajian oleh Rais Syuriah MWCNU Kaliwates, Dr. KH. Sofyan Hadi, M.Pd., kemudian sambutan Ketua Tanfidziyah, dan ditutup dengan lantunan sholawat serta doa.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kaliwates, Ustad Sunarto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta yang tetap istiqamah mengikuti kegiatan meskipun hujan deras mengguyur.

Baca Juga:  Gus Aab : Wujudkan Kemandirian Organisasi Melalui I'anah Syahriyah Warga NU

“Ini menunjukkan kecintaan kita kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama. Hujan bukan penghalang, tetapi justru menjadi saksi kuatnya kebersamaan kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan jama’ah serta amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di tengah dinamika zaman. Selain itu, ia mendorong penguatan syiar di tingkat ranting melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh LAZISNU MWCNU Kaliwates.

Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar program, melainkan jembatan kepedulian sosial yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat, seperti bantuan bagi korban banjir dan berbagai aksi kemanusiaan lainnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Rais Syuriah MWCNU Kaliwates, Dr. KH. Sofyan Hadi, M.Pd., menguraikan makna halal bihalal sebagai momentum kembali pada fitrah, menyucikan hati, serta mempererat ukhuwah.

Baca Juga:  MWC NU Jelbuk Siap Menyambut Kepengurusan Baru

Ia menyebutkan bahwa indikator orang bertakwa di antaranya adalah memiliki sikap benar (bener), cerdas (pinter), kuat (kobber), serta panjang umur yang penuh keberkahan. Selain itu, juga tercermin dalam sikap menjalankan perintah Allah (imtitsalul awamir) dan menjauhi larangan-Nya (ijtinabun nawahi), gemar bersedekah, mampu menahan amarah, serta mudah memaafkan sesama.

“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi jalan untuk membersihkan hati dan memperkuat persaudaraan,” tuturnya.

Menjelang akhir acara, lantunan sholawat menggema dari Majelis Sholawat PRNU Tegal Besar 4 di bawah pimpinan Ustad Abd. Hadi, S.Pd., M.Pd.I., yang kemudian dilanjutkan dengan doa penutup.

Sebagai penutup, Ustad Sunarto juga menyampaikan ucapan minal ‘aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin atas nama seluruh pengurus MWCNU Kaliwates.

Baca Juga:  SMP Satya Dharma Balung: Cetak Generasi Unggul Berkarakter Aswaja An-Nahdliyah

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dalam bingkai Nahdlatul Ulama adalah cahaya yang terus menyala. Meski langit diguyur hujan, semangat ukhuwah tetap hangat dan tak pernah padam.

Reporter: Mochammad Najibulloh

Editor: Irwansyah GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *