PRNU Tutul Nyalakan Ukhuwah, Lailatul Ijtima’ Berpadu Halalbihalal

Ranting Kedua di Balung, Jamaah Padati Musholla Kyai Asmu’i

Suasana khidmat Lailatul Ijtima’ dan Halalbihalal PRNU Tutul yang dihadiri ratusan jamaah di Dusun Maduran.

Balung, pcnujember.or.id – Malam di Dusun Maduran, Desa Tutul, tak sekadar sunyi. Ia berubah menjadi ruang temu yang hangat, saat Pengurus Ranting NU Tutul menggelar Lailatul Ijtima’ yang berpadu dengan Halalbihalal, Ahad malam (19/4).

Bertempat di Musholla Kyai Asmu’i, kegiatan ini menjadi penanda kuatnya denyut kebersamaan warga Nahdliyin. Tutul pun tercatat sebagai ranting kedua di wilayah Balung yang sukses menggelar dua momentum sekaligus dalam satu tarikan nafas ukhuwah.

Sebagai tuan rumah, Kyai Asmu’i menyambut para tamu dengan penuh kehangatan. Wajah-wajah jamaah yang hadir seolah menjadi mozaik kebersamaan, memperlihatkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, melainkan denyut hidup yang terus dijaga.

Suasana khidmat Lailatul Ijtima’ dan Halalbihalal PRNU Tutul yang dihadiri ratusan jamaah di Dusun Maduran.

Kehadiran jajaran pimpinan MWC NU Balung menambah khidmat suasana. Fadlillah Zen dan Samidi tampak hadir bersama para pengurus lainnya, memperkuat barisan dalam satu semangat khidmah.

Dukungan juga datang dari unsur pemerintahan desa. Kepala Desa Tutul, Baidowi, hadir bersama Sekretaris Desa Zainal yang sekaligus memandu jalannya acara dengan penuh keakraban.

Dalam sambutannya, Nasihin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan hanya forum rutin, tetapi juga ruang merawat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan warga.

Sementara itu, Samidi membagikan informasi terkini hasil Halalbihalal PCNU Jember, mengajak jamaah untuk terus menjaga kekompakan dalam setiap gerak organisasi.

Acara kemudian ditutup dengan mauidhoh hasanah oleh Fadlillah Zen. Dengan tutur yang teduh, ia mengajak jamaah untuk terus meneguhkan iman dan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi kehidupan.

Di Tutul, malam itu bukan sekadar pertemuan. Ia adalah ruang di mana ukhuwah disulam kembali, doa-doa dipanjatkan, dan harapan dirawat bersama—agar tetap menyala dalam kehidupan sehari-hari warga Nahdliyin.

Reporter: Irwansyah GI

Exit mobile version