LESBUMI MWCNU Mayang Resmi Dilantik, Gaungkan Ekologi Berbasis Kearifan Lokal

Halal Bihalal MWCNU Mayang pererat ukhuwah dan sinergi kelembagaan

Prof. Akhmad Taufiq saat menyampaikan materi Ngaji Budaya bertema ekologi berbasis kearifan lokal di Kantor MWCNU Mayang, Selasa (22/4/2026).

Mayang, pcnujember.or.id – Keluarga besar Nahdlatul Ulama melalui Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Mayang menggelar Halal Bihalal dan Lailatul Ijtima’ bersama pengurus ranting se-Kecamatan Mayang, lembaga, serta badan otonom (banom), Selasa (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor MWCNU Mayang ini juga dirangkai dengan pelantikan pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) masa khidmat 2026–2029.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus MWCNU Mayang, Forkopimcam Mayang, perwakilan ranting NU, serta unsur lembaga dan banom. Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus menguatkan soliditas organisasi.

Ketua MWCNU Mayang, H.M. Hafit, S.Ag, menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan sinergi antar lembaga serta banom NU. Ia berharap kepengurusan LESBUMI yang baru mampu menjadi penggerak pelestarian seni budaya Islami yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga:  Pendekar Muda Dikukuhkan, Pagar Nusa Kaliwates Teguhkan Diri sebagai Benteng Ulama
Prosesi pelantikan pengurus LESBUMI MWCNU Mayang masa khidmat 2026–2029 di Kantor MWCNU Mayang, Selasa (22/4/2026), berlangsung khidmat.

“LESBUMI harus mampu menjaga tradisi sekaligus menghadirkan inovasi budaya yang tetap berpijak pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Prosesi pelantikan pengurus LESBUMI MWCNU Mayang masa khidmat 2026–2029 berlangsung khidmat. Para pengurus yang dilantik diharapkan mampu mengemban amanah dan menghadirkan program-program kreatif berbasis kearifan lokal.

Sebagai puncak kegiatan, digelar Ngaji Budaya bertema “NU, Ekologi dan Kearifan Lokal” yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember, Akhmad Taufiq. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa ekologi dalam perspektif NU tidak hanya berkaitan dengan lingkungan fisik, tetapi juga mencakup harmoni sosial dan budaya.

“Ekologi harus dipahami sebagai upaya menjaga keseimbangan hidup, baik alam maupun kehidupan sosial. Kearifan lokal menjadi kunci dalam merawat keberlanjutan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga:  Pangkalan Budaya, Lesbumi Jember Angkat Pemikiran KH. Achmad Siddiq Tentang Ideologi Pancasila

Peserta tampak antusias mengikuti jalannya ngaji budaya yang berlangsung interaktif. Diskusi yang berkembang memperkaya pemahaman peserta mengenai keterkaitan nilai keislaman, budaya lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, MWCNU Mayang diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran keumatan serta mampu menjadi pelopor dalam mengintegrasikan nilai agama, budaya, dan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Reporter: Syukron Ma’mun
Editor: Irwansyah

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *