Sumberbaru, pcnujember.or.id– Lembaga Takmir Masjid (LTM) MWCNU Sumberbaru terus memperkuat syiar dan tradisi keislaman khas Nahdlatul Ulama. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah penerbitan buku Miftahussa’adah, sebuah panduan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang ditujukan bagi takmir masjid, imam, khatib, dan masyarakat umum.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat penyusunan program kerja LTM NU Sumberbaru yang digelar di kediaman Ustadz Abdurrahman, Dusun Karang Anom, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Senin (8/6/2026).
Rapat yang dihadiri jajaran pengurus LTM NU Sumberbaru dan MWCNU Sumberbaru itu menjadi momentum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan agenda prioritas organisasi ke depan.
Ketua LTM NU Sumberbaru, H. Farid Ghufron, M.Pd., mengungkapkan bahwa salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan adalah namborisasi masjid, mushala, dan lembaga diniyah. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 15 masjid di wilayah Kecamatan Sumberbaru.
“Program ini menjadi bagian dari upaya penataan dan penguatan identitas kelembagaan masjid serta lembaga keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, LTM NU Sumberbaru menetapkan dua program prioritas. Pertama, melakukan pendataan seluruh masjid se-Kecamatan Sumberbaru guna memperkuat basis data dan memetakan potensi dakwah. Kedua, mempersiapkan penerbitan buku Miftahussa’adah yang memuat panduan ibadah Jumat, kesunahan-kesunahannya, serta berbagai amaliah keagamaan khas warga Nahdliyin.
Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi para pengelola masjid dan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Sumberbaru, Ustadz Khotib Ali, memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang digagas LTM NU Sumberbaru. Menurutnya, masjid memiliki posisi yang sangat strategis dalam sejarah perjuangan umat Islam.
“Sejak masa Rasulullah SAW, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat,” katanya.
Karena itu, lanjutnya, penguatan peran takmir masjid merupakan langkah penting dalam menjaga dan meneruskan perjuangan akidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.
Melalui program-program yang telah disusun, LTM NU Sumberbaru berharap keberadaan masjid semakin optimal sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, sekaligus penguatan nilai-nilai ke-NU-an di tengah kehidupan masyarakat Kecamatan Sumberbaru.
Reporter: Riski Wahyudi
Editor: Irwansyah GI
