Merawat Jejak Ulama, MWCNU Ajung Susuri Tujuh Maqbaroh Muharrik dan Muassis NU

(Foto/Hafid) Rombongan Ziarah Muharrik dan Muassis NU MWCNU Ajung melaksanakan tahlil dan doa di Maqbaroh KH. Syahri Sholihin, Langsepan–Rowoindah, Minggu (25/1/2026).

Ajung, pcnujember.or.id – Mentari Ahad pagi, Minggu (25/1/2026), menyapa pelataran rumah H. M. Niamullah, S.Ag dengan cahaya yang lembut. Dari titik itulah, langkah-langkah khidmat keluarga besar Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajung bermula. Dalam rangka merawat ingatan sejarah dan meneguhkan ruh perjuangan, MWCNU Ajung menggelar Ziarah Muharrik dan Muassis NU ke tujuh maqbaroh tokoh pendiri dan penggerak NU di wilayah setempat.

Kegiatan ini diawali dengan opening ceremony yang berlangsung khusyuk. Pembacaan tawassul, doa, dan tahlil menggema, menyatukan harap dan munajat para peziarah. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Ajung, Bpk. Muhammad Sifak Beni Kurniawan, S.STP., M.M., Rais Syuriah Dr. H. Machfudz, M.Pd.I, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Ajung H. Ahmad Supono, S.Pd, M.Pd, bersama jajaran pengurus, banom, lembaga, dan ranting NU se-Kecamatan Ajung.

Dalam sambutannya, Camat Ajung Muhammad Sifak Beni Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga NU dalam menjaga tradisi spiritual dan kebangsaan.

“Ziarah ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga meneguhkan nilai persatuan, keteladanan, dan semangat pengabdian yang relevan hingga hari ini,” ujarnya.

Usai doa bersama, rombongan secara resmi dilepas oleh Camat Ajung. Dengan tertib dan penuh kekhusyukan, para peserta bergerak menyusuri tujuh maqbaroh yang menjadi saksi bisu perjalanan dakwah dan perjuangan NU, yakni makam KH. Khotib Abdul Karim, KH. Abdurrohim, KH. Ahmad Bahrullah Azis, KH. Thohir, KH. Syahri Sholihin, KH. Abdul Azis, serta K. Mastur Dahlan.

(Foto/Hafid) Camat Ajung Muhammad Sifak Beni Kurniawan, S.STP., M.M. melepas rombongan Ziarah Muharrik dan Muassis NU MWCNU Ajung, Minggu (25/1/2026).

Di setiap titik ziarah, lantunan tahlil dan doa kembali mengalun. Seperti untaian tasbih yang tak putus, suara-suara itu merajut ikatan batin antara generasi penerus dengan para pendahulu. Suasana haru dan khidmat mengiringi setiap langkah, seolah menegaskan bahwa perjuangan para ulama tak pernah benar-benar usai, hanya berpindah estafet dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Rais Syuriah MWCNU Ajung, Dr. H. Machfudz, M.Pd.I, menegaskan bahwa ziarah muassis dan muharrik merupakan bagian dari upaya menjaga sanad perjuangan NU.

“Para ulama ini bukan hanya meninggalkan makam, tetapi juga warisan nilai keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan dalam berkhidmah. Inilah yang harus terus kita rawat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Ajung, H. Ahmad Supono, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh warga Nahdliyyin.

“Alhamdulillah, ziarah berjalan lancar dari awal hingga akhir. Semoga kita semua mendapatkan aliran barokah dari para muharrik dan muassis NU, serta mampu melanjutkan perjuangan mereka dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan ziarah ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus menjadi medium pembinaan karakter dan militansi warga NU di Ajung.

Melalui perjalanan spiritual menyusuri tujuh maqbaroh ini, MWCNU Ajung tidak hanya menziarahi pusara, tetapi juga menyusuri nilai-nilai luhur yang ditanamkan para ulama. Sebuah ikhtiar merawat ingatan, menjaga tradisi, dan menyiapkan langkah menuju masa depan Nahdlatul Ulama yang lebih kokoh, berdaya, dan maslahat bagi umat.

Editor : Irwansyah GI

Exit mobile version