Lailatul Ijtima’ MWCNU Sumbersari, Perkuat Amaliah Aswaja dan Tasyakuran Harlah NU 100 Tahun

Suasana Lailatul Ijtima’ MWCNU Sumbersari yang dirangkaikan dengan Pengajian Aswaja dan Tasyakuran Harlah NU ke-100 di Kantor MWCNU Sumbersari, Senin malam Selasa Pon (9/2/2026). Dok. MWCNU Sumbersari.

Sumbersari, pcnujember.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumbersari menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ pada Senin malam Selasa Pon, 9 Februari 2026, bertepatan dengan 22 Sya’ban 1447 H, bertempat di Kantor MWCNU Sumbersari, Jember.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU, pimpinan lembaga, badan otonom (Banom), serta para kader penggerak Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Sumbersari. Lailatul Ijtima’ menjadi ruang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus penguatan amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan istighatsah sebagai ikhtiar spiritual memohon ridho Allah SWT demi tegaknya ajaran Islam Aswaja. Suasana semakin khidmat dan sarat semangat kebangsaan saat jamaah melaksanakan tasyakuran Harlah NU ke-100 yang diiringi pembacaan sholawat serta pelantunan lagu “Yahlal Wathon”.

Baca Juga:  Momen Konferancab ke-IV, Kader IPNU-IPPNU Tanggul Diharapkan Terus Berkiprah
Suasana Lailatul Ijtima’ MWCNU Sumbersari yang dirangkaikan dengan Pengajian Aswaja dan Tasyakuran Harlah NU ke-100 di Kantor MWCNU Sumbersari, Senin malam Selasa Pon (9/2/2026). Dok. MWCNU Sumbersari.

Memasuki agenda inti, dilaksanakan Pengajian Aswaja yang dipandu oleh Lora M. Ihsan, M.Pd.I., Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Sumbersari. Dalam kajiannya, Lora Ihsan membahas Bab Sholat Tarawih dengan penekanan pada landasan fikih pelaksanaan sholat Tarawih 20 rakaat sesuai madzhab Imam Syafi’i.

Ia menegaskan bahwa sholat Tarawih 20 rakaat bukan sekadar tradisi, melainkan amaliah yang memiliki dasar hukum kuat dari para sahabat Nabi. Karena itu, kader Nahdliyin diharapkan menjaga sanad keilmuan yang jelas serta mengedepankan tuma’ninah dalam beribadah, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Sementara itu, Ust. Rosyid selaku Ketua MWCNU Sumbersari dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima’ merupakan forum strategis untuk menjaga kesinambungan jam’iyyah dan jama’ah NU di tingkat kecamatan. Ia menekankan pentingnya keistiqamahan dalam mengikuti amaliah Aswaja serta memperkuat peran struktur NU hingga ke tingkat ranting.

Baca Juga:  Peringati Harlah ke-71, Begini yang Dilakukan Fatayat NU Kalisat

“Melalui Lailatul Ijtima’ ini, kita berharap seluruh pengurus dan kader NU di Sumbersari semakin solid, memahami amaliah NU secara benar, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ust. Rosyid.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan musyawarah organisasi yang membahas evaluasi program kerja serta penguatan koordinasi antara pengurus MWCNU, lembaga, Banom, dan pengurus ranting se-Kecamatan Sumbersari. Hal tersebut dilakukan guna memastikan program dan khidmah NU dapat berjalan efektif dan dirasakan langsung oleh warga.

Melalui kegiatan ini, MWCNU Sumbersari berharap sinergi antarstruktur NU semakin kuat, pemahaman Aswaja semakin mendalam, serta peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat Sumbersari terus tumbuh dan berkelanjutan.

Editor : Irwansyah GI

Baca Juga:  Sejahterakan Warga Nahdiyyin dengan Koin NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *