Dari Balung Kidul, Ikhtiar Khidmah MWCNU Balung Mengalir di Awal Safari Ramadhan

Kebersamaan pengurus MWCNU Balung dan jamaah Ranting NU Balung Kidul dalam Safari Ramadhan, merajut ukhuwah dari serambi masjid hingga waktu berbuka tiba. (Foto : Ust. Rozak)

Balung, pcnujember.or.id – Senja di Balung Kidul menjadi saksi mengalirnya ikhtiar khidmah MWCNU Balung pada putaran perdana Safari Ramadhan yang digelar di Masjid Baiturrohman, Ranting NU Balung Kidul, Minggu sore. Dari serambi masjid yang teduh itu, semangat jam’iyah menyapa jamaah dengan hangat, layaknya embun yang menyejukkan tanah yang lama menanti hujan.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB ini menjadi titik awal rangkaian Safari Ramadhan lintas ranting se-Kecamatan Balung. Jajaran pengurus harian MWCNU Balung turun langsung menyapa warga Nahdliyin di tingkat akar rumput, mempererat ukhuwah sembari menanti waktu berbuka puasa.

Hadir dalam kesempatan tersebut Rois Syuriyah MWCNU Balung, KH. Fadlillah Zein, Ketua Tanfidziyah Ust. Samidi, serta jajaran Wakil Sekretaris Ust. Bagus dan H. Ghofar. Kehadiran rombongan MWCNU disambut hangat oleh Rois Syuriyah Ranting NU Balung Kidul Kyai Suaryono Dahlan, Ketua Ranting Ust. Umar Faruq, serta Ketua Takmir Masjid Baiturrohman, Bapak Sony Teguh. Sekitar 100 jamaah memadati masjid, berbaur dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.

Baca Juga:  MWCNU Mayang Realisasikan Program Bedah Rumah dan Salurkan Bantuan untuk Para Dhuafa

Rangkaian acara dipandu oleh Ust. Bagus selaku MC, kemudian dilanjutkan dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Fadlillah Zein. Dalam tausiahnya, beliau mengurai makna puasa beserta dalil-dalilnya, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi proses menempa jiwa agar lebih taat dan berilmu.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Balung, Ust. Samidi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Safari Ramadhan adalah jembatan silaturahmi sekaligus ruang konsolidasi organisasi.

“Safari ini bukan hanya perpindahan tempat dari satu ranting ke ranting lain, tetapi perpindahan energi ukhuwah. Dari sinilah kita merawat jam’iyah, mendengar aspirasi jamaah, dan memastikan bahwa NU benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ranting merupakan akar dari pohon besar bernama Nahdlatul Ulama. “Kalau akarnya kuat dan terawat, maka batang dan rantingnya akan kokoh. Safari Ramadhan ini adalah cara kita menyiram akar itu agar tetap hidup dan memberi manfaat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kolaborasi Dengan BMT NU, MWC NU Mayang Akan Jadikan Santunan Anak Yatim Secara Rutin

Menjelang azan Maghrib, suasana semakin cair dengan dialog santai antara pengurus dan jamaah. Percakapan ringan namun sarat makna itu menjadi bukti bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang komunikasi dua arah antara jam’iyah dan jamaah.

Seluruh rangkaian kegiatan turut didokumentasikan oleh Ust. Abd. Halim Arifi dari Lembaga Perekonomian MWCNU Balung. Melalui Safari Ramadhan ini, MWCNU Balung berharap semangat Ahlussunnah wal Jamaah terus bersemi di setiap sudut Kecamatan Balung, menguatkan ukhuwah serta menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Reporter: Irwansyah GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *