Sukorambi, pcnujember.or.id – Semangat menjaga tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama kembali ditunjukkan jajaran Tim Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWC NU Balung. Mereka menghadiri agenda rutin Bahtsul Masail PCNU Jember yang digelar di Pondok Pesantren Roudlotut Tholabah, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Ahad (17/5/2026).
Perjalanan menuju lokasi bukan tanpa tantangan. Desa Klungkung yang berada di lereng Gunung Argopuro dikenal memiliki medan menanjak dengan jarak sekitar 35 kilometer dari Kecamatan Balung. Namun, jauhnya perjalanan tak mengurangi semangat para kader Nahdliyin untuk hadir dalam forum keilmuan tersebut.
Rombongan dipimpin langsung Ketua MWC NU Balung, Ust. Samidi, M.Si. Ia menyebut kehadiran Tim LBM dalam forum Bahtsul Masail merupakan bagian dari ikhtiar menjaga tradisi intelektual NU agar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Bahtsul Masail bukan hanya forum diskusi keagamaan, tetapi juga ruang pengabdian ulama dan kader NU dalam menjawab persoalan umat secara bijak dan ilmiah,” ujar Ust. Samidi.
Ia menambahkan, forum tersebut menjadi wadah penting bagi kader muda NU untuk belajar, berdiskusi, dan memperdalam metodologi pengambilan hukum Islam berbasis kitab kuning dan tradisi ulama salaf.
“Kami ingin kader muda NU tetap dekat dengan tradisi musyawarah keilmuan. Dari sinilah lahir jawaban-jawaban hukum yang moderat, bijak, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Perjalanan rombongan menuju Sukorambi terasa semakin berkesan karena difasilitasi kendaraan Fortuner berwarna hijau army milik Langgeng, Kepala Desa Balung Kulon yang juga Wakil Ketua MWC NU Balung. Kendaraan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena tampil gagah saat melintasi jalur menuju lereng Argopuro.
Turut mendampingi perjalanan, H. Ghoffar selaku Wakil Sekretaris MWC NU Balung yang sekaligus bertindak sebagai pengemudi rombongan. Pengalamannya bekerja bertahun-tahun di Arab Saudi sebagai sopir perusahaan minyak membuat perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Sementara dari unsur LBM MWC NU Balung, hadir sejumlah kader muda seperti Ust. Robith Subhan, Ust. Ulum, Ust. Sholehan, Ust. Fajrul, Ust. Bahrul Ula, dan Ust. Sirajuddin. Kehadiran mereka mempertegas komitmen MWC NU Balung dalam mengawal tradisi bahtsul masail di tingkat kecamatan.
Dalam forum Bahtsul Masail tersebut, para peserta membahas sejumlah persoalan fikih kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan mengacu pada referensi kitab-kitab klasik dan hasil musyawarah ulama.
Suasana forum berlangsung khidmat namun tetap hangat. Para peserta terlihat aktif menyampaikan pandangan serta argumentasi hukum dalam suasana musyawarah khas pesantren.
Bagi Tim LBM MWC NU Balung, perjalanan menuju lereng Argopuro bukan sekadar menghadiri agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, menjadi bagian dari khidmah menjaga warisan intelektual Nahdlatul Ulama agar tetap relevan menjawab tantangan zaman.
Reporter : Irwansyah GI














