Balung, pcnujember.or.id – Gema sholawat kembali mengalun syahdu di Kantor MWC NU Balung, Senin malam (20/4). Irama terbang yang berpadu dengan lantunan vokal khas menghadirkan suasana religius yang hangat, menjadi penanda hidupnya tradisi hadrah di tengah masyarakat.
Kegiatan rutin malam Selasa Pon itu menampilkan Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) MWC NU Balung. Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, ISHARI terus menjaga konsistensi dakwah melalui seni, menghadirkan harmoni yang tak hanya indah didengar, tetapi juga sarat makna spiritual.
Di bawah arahan Ust. Muh. Sair sebagai pelatih sekaligus vokalis, serta dipimpin Ust. Anas selaku ketua, penampilan ISHARI Balung terlihat semakin solid. Kekompakan para anggota tampak dari keserasian pukulan terbang hingga gerakan roddad yang selaras.
Menariknya, semangat itu tak surut meski baru saja tampil dalam Halalbihalal MWC NU Balung dua hari sebelumnya. Para anggota tetap hadir dengan energi yang sama, seakan menjadikan sholawat bukan sekadar penampilan, melainkan kebutuhan ruhani.
Regenerasi pun berjalan positif. Kehadiran para pemuda yang aktif bergabung menjadi sinyal kuat bahwa tradisi hadrah tidak akan kehilangan penerus. Mereka tidak hanya belajar memainkan alat, tetapi juga menyerap nilai-nilai kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Bagi ISHARI Balung, melestarikan hadrah bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi merawat identitas. Di tengah arus modernisasi, mereka tetap berdiri dengan satu tujuan: memastikan sholawat terus bergema, dari generasi ke generasi.
Kegiatan rutin ini juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan lintas usia. Dari yang senior hingga generasi muda, semua larut dalam satu irama, memperkuat ukhuwah di antara warga Nahdliyin Balung.
Ke depan, ISHARI MWC NU Balung berkomitmen terus mengembangkan kualitas penampilan sekaligus memperluas dakwah melalui seni. Harapannya, sholawat tidak hanya menggema di panggung-panggung lokal, tetapi juga menjadi inspirasi yang hidup di tengah masyarakat luas.
Reporter : Irwansyah GI














Respon (1)