Lailatul Ijtima’ Balungkidul, Sholawat dan Semangat Aswaja Menggema di Tengah Warga

Kebersamaan warga Nahdliyin dalam Lailatul Ijtima’ dan Sholawat PRNU Balungkidul di Dusun Sumberkadut, Jumat malam (15/5), berlangsung khidmat dan penuh semangat Aswaja.

Balung, pcnujember.or.id Suasana religius menyelimuti Dusun Sumberkadut, Desa Balungkidul, Kecamatan Balung, Jumat malam (15/5). Warga Nahdliyin tampak memadati kediaman Ust. Mulyono untuk mengikuti kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ dan Sholawat yang digelar PRNU Balungkidul.

Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Tradisi keagamaan khas Nahdlatul Ulama itu kembali menjadi ruang silaturahmi, penguatan amaliyah Aswaja, serta perekat kebersamaan masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan oleh H. Fauzi selaku Bendahara PRNU Balungkidul. Selanjutnya tawasul dipimpin Ust. Mulyono dan istighotsah dipandu Ust. Sulaiman, Kepala Dusun Balungkopi.

Nuansa semakin semarak saat Grup Sholawat HASWA (Hadroh Santri Wali Songo) tampil membawakan lantunan sholawat. Sedikitnya 25 generasi muda terlibat dalam grup hadroh tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol hidupnya kaderisasi dan kecintaan generasi muda terhadap tradisi ke-NU-an.

Baca Juga:  Ikuti MUSKERWIL di Tuban, PCNU Jember Perkuat Komitmen Organisasi

Acara inti dipandu Ust. Bagus S., S.Pd., Sekretaris Ranting NU Balungkidul sekaligus Wakil Sekretaris MWC NU Balung. Dalam sambutannya, Ketua Ranting NU Balungkidul Ust. Farouq mengajak warga untuk terus menjaga kekompakan dan istiqamah merawat kegiatan keagamaan di lingkungan NU.

Sementara itu, tuan rumah Ust. Mulyono menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga yang tetap semangat menghadiri kegiatan rutin tersebut.

Tausiah disampaikan Ketua MWC NU Balung Ust. Samidi, M.Si. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi semangat warga Balungkidul yang kembali menghidupkan kegiatan Lailatul Ijtima’ setelah sempat vakum selama dua bulan.

Ia menegaskan, Nahdlatul Ulama memiliki tiga tugas utama, yakni Himayatuddin, Himayatud Daulah, dan Himayatul Ummah. Menurutnya, warga NU harus terus menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, mempertahankan keutuhan NKRI, sekaligus merawat persatuan umat.

Baca Juga:  Lailatul Ijtima’ NU Gumelar 02 Jadi Ajang Penguatan Jamaah dan Konsolidasi Organisasi

“NU harus tetap hadir menjaga agama, menjaga negara, dan menjaga umat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ust. Samidi juga menyampaikan informasi terkait rukyatul hilal Dzulhijjah 1447 H. Berdasarkan perhitungan hisab qod’i, posisi hilal pada 17 Mei 2026 diperkirakan mencapai sekitar 4 derajat sehingga memungkinkan untuk terlihat.

Selain itu, ia turut menyampaikan rasa syukur atas capaian MWC NU Balung yang berhasil meraih Juara III NU Award kategori MWC NU Berdaya Ekonomi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dan doa seluruh warga Nahdliyin.

Ia juga memberi motivasi kepada Ranting NU Balungkidul yang tahun ini mengikuti NU Award kategori Ranting NU Penggerak meski belum berhasil masuk final.

Baca Juga:  Strategi PMII dalam Menghadapi Era Sains dan Teknologi

“Yang penting tetap bergerak dan istiqamah dalam khidmat. Insyaallah hasil terbaik akan mengikuti,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa oleh Ust. Amin Tohari. Malam itu, lantunan sholawat tidak hanya menjadi syiar keagamaan, tetapi juga penguat semangat kebersamaan warga dalam menjaga tradisi Aswaja An-Nahdliyah di tengah perkembangan zaman.

Reporter : Irwansyah GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *