Balung, pcnujember.or.id – Hangatnya silaturahmi bagai embun penyejuk di tengah siang yang teduh. Pendopo Balai Desa Balunglor menjadi saksi bertemunya hati-hati yang rindu dalam balutan acara Silaturahmi dan Halalbihalal MWC NU Balung, Sabtu (18/4).
Acara yang dipandu luwes oleh kader Fatayat NU itu mengalir khidmat, seperti alunan doa yang tak putus. Hadirnya jajaran Muspika menambah lengkap suasana, menegaskan bahwa kebersamaan bukan sekadar simbol, melainkan ikhtiar nyata merawat harmoni.
Camat Balung, Agus Sucahyo, dalam sambutannya mengibaratkan Halalbihalal sebagai jembatan emas yang menghubungkan ukhuwah dan pembangunan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara NU dan pemerintah sebagai dua sayap yang menguatkan langkah menuju kesejahteraan.
Beberapa program strategis pun disinggung. Mulai dari layanan kesehatan gratis yang diharapkan menjangkau hingga pelosok, pembangunan infrastruktur jalan yang terus bergulir, hingga ajakan tertib administrasi melalui layanan KTP di kantor kecamatan. Tak kalah penting, pendataan warga miskin juga menjadi perhatian, agar bantuan tak salah alamat dan benar-benar menyentuh yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua MWC NU Balung, Ust. Samidi, menuturkan bahwa kekuatan NU ibarat pohon besar yang akarnya menghunjam kuat karena disirami kebersamaan dengan Muspika. Ia mengingatkan kembali jejak perjuangan, dari HSN hingga Harlah Satu Abad NU, sebagai bukti bahwa NU selalu hadir dalam denyut kehidupan masyarakat.
Kabar menggembirakan pun disampaikan. MWC NU Balung berhasil melangkah ke Grand Final NU Award, yang akan digelar 25 April mendatang. “Ini bukan sekadar lomba, tapi panggung pengabdian. Mohon doa agar Balung bisa membawa pulang kebanggaan,” ujarnya penuh harap.
Tak hanya itu, langkah menuju kemandirian juga terus dirajut. Wakaf rumah di utara Masjid Balung menjadi simbol awal, disusul rencana pengadaan aset tanah senilai Rp300 juta sebagai investasi masa depan umat.
Sebagai penutup, Mauidhoh Hasanah oleh KH. Badrusshoddiq menjadi oase spiritual yang menyejukkan. Dengan tutur yang teduh namun menghunjam, ia mengingatkan tiga tugas utama Nahdliyin: menjaga agama, menjaga negara, dan menjaga umat.
“Perbedaan itu seperti warna-warni pelangi, indah karena beragam. Namun persatuan adalah langitnya, yang harus selalu kita jaga,” pesannya, disambut anggukan jamaah.
Menjelang akhir acara, semangat kebersamaan kembali diteguhkan. Empat armada telah disiapkan untuk mengantar jamaah menuju Halalbihalal PCNU Jember. Sebuah langkah kecil, namun bermakna besar: merawat ukhuwah, menghijaukan Jember dengan persatuan.
Reporter : Irwansyah GI













Respon (1)