Lailatul Ijtima’ MWCNU Sumbersari Perkuat Konsolidasi dan Pemahaman Keagamaan

Pengurus, lembaga, badan otonom, dan warga nahdliyin mengikuti rangkaian Istighasah dalam kegiatan Lailatul Ijtima' MWCNU Sumbersari di Kantor MWCNU Sumbersari, Senin (16/3).

Sumbersari, pcnujember.or.id – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumbersari kembali menggelar Lailatul Ijtima’ dan Istighasah di Kantor MWCNU Sumbersari, Senin (16/3). Kegiatan rutin tersebut menjadi sarana memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan warga nahdliyin.

Acara dihadiri jajaran pengurus harian MWCNU, lembaga, badan otonom (banom), pengurus ranting, hingga warga NU di wilayah Kecamatan Sumbersari.

Kegiatan diawali dengan pembacaan istighasah yang dipimpin para masyayikh. Ratusan jamaah mengikuti rangkaian doa dan dzikir dengan khusyuk sebagai ikhtiar memohon keselamatan, keberkahan, serta kekuatan bagi jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Ketua MWCNU Sumbersari Abdul Rosyid menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ memiliki peran penting dalam menjaga soliditas organisasi dan memperkuat pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Baca Juga:  Gandeng Peran Pemuda, NU Sumbersari Cegah Penyebaran Virus

“Lailatul Ijtima’ ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang penguatan ideologi Aswaja An-Nahdliyah sekaligus sarana konsolidasi organisasi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, pengurus LAZISNU Sumbersari turut menyampaikan sosialisasi program kerja. Jamaah diajak mengoptimalkan gerakan Koin NU serta meningkatkan partisipasi dalam program zakat, infak, dan sedekah yang selama ini dijalankan untuk mendukung kemaslahatan umat.

Memasuki sesi utama, Lora Iksan memberikan kajian Kitab Aswaja yang berisi pembekalan keagamaan bagi jamaah. Dalam kajiannya, ia menjelaskan fiqih ibadah hari raya, khususnya tata cara pelaksanaan shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Menurutnya, shalat Id merupakan ibadah sunnah muakkadah yang diawali dengan sejumlah amalan sunnah, seperti mandi, memakai wewangian, serta memperhatikan adab sebelum berangkat ke tempat pelaksanaan shalat. Ia juga menjelaskan teknis pelaksanaan shalat Id, termasuk takbir tambahan tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua sebelum khutbah dilaksanakan.

Baca Juga:  Satukan Gerak untuk Umat, LAZISNU Sumberbaru Gelar Anjangsana dan Evaluasi Program

Kegiatan ditutup dengan musyawarah organisasi yang membahas sejumlah program strategis MWCNU Sumbersari ke depan. Seluruh rangkaian acara kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan, keselamatan, dan kemajuan umat.

Reporter: Jafar Zhidan

Editor : Irwansyah GI