Lepas Pisah SMA Islam Jember, KH Abd Hamid Pujiono: Pintar Saja Belum Tentu Sukses

Wakil Ketua YPNU Jember KH Abd Hamid Pujiono mengingatkan pentingnya meraih barokah orang tua, guru, dan pendiri sekolah sebagai kunci masa depan yang cerah bagi lulusan Angkatan XXXVII.

Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai prosesi Lepas Pisah dan Muwada'ah Siswa-Siswi Kelas XII SMA Islam Jember Angkatan XXXVII di Auditorium KH Dhofir Salam Universitas Islam Jember, Sabtu (13/6/2026).

Kaliwates, pcnujember.or.id – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti kegiatan Lepas Pisah dan Muwada’ah Siswa-Siswi Kelas XII SMA Islam Jember Angkatan XXXVII yang digelar di Auditorium KH. Dhofir Salam Universitas Islam Jember, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para siswa sekaligus awal perjalanan mereka menuju jenjang kehidupan yang lebih tinggi.

Acara dihadiri oleh pengurus Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU), dewan guru, wali murid, serta ratusan siswa kelas XII yang mengikuti prosesi pelepasan dengan penuh khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Islam Jember, Taufik Hidayat, M.Pd, memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus melanjutkan perjuangan meraih cita-cita dan menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

Baca Juga:  PAC Muslimat NU Sumberbaru Hadiri Resepsi Peringatan 100 Tahun NU dan Hari Jadi Kabupaten Jember ke-79

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember, Dr. KH. Abd Hamid Pujiono, menyampaikan pesan yang mendapat perhatian para siswa dan wali murid. Menurutnya, tujuan pendidikan tidak hanya mencetak peserta didik yang pintar secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang sukses dan memiliki masa depan cerah.

“Kita tidak hanya ingin mencetak murid yang pintar saja, tetapi juga menjadi murid yang sukses dan memiliki masa depan yang cerah. Karena terkadang pintar saja belum tentu sukses,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, melainkan juga oleh keberkahan hidup yang diperoleh dari doa dan ridha orang-orang yang berjasa dalam perjalanan pendidikan seseorang.

Baca Juga:  Bazar Sembako Murah (Harga Bersahabat)

“Untuk meraih kesuksesan, kita perlu barokah dari orang tua, para guru, dan para pendiri SMA Islam Jember. Karena itu jangan pernah melupakan mereka. Teruslah sambung doa kepada orang tua, guru-guru, dan para masyayikh yang telah meletakkan fondasi pendidikan ini,” pesannya.

Menurutnya, tradisi mendoakan guru dan pendahulu merupakan bagian penting dari pendidikan yang selama ini diwariskan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan menjaga adab dan menghormati para guru, ilmu yang diperoleh akan menjadi lebih bermanfaat dalam kehidupan.

Prosesi muwada’ah berlangsung penuh haru. Sejumlah siswa tampak tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan kesan dan pesan selama menempuh pendidikan di SMA Islam Jember. Momen tersebut menjadi simbol perpisahan dengan para guru sekaligus ungkapan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga:  Satu-satunya Sekolah NU di Pusat Kota, SMA Islam Jember Jadi Magnet Pendidikan Santri Perkotaan

Melalui pelepasan Angkatan XXXVII ini, SMA Islam Jember berharap para alumninya mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun terjun ke masyarakat dengan membawa bekal ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta semangat untuk terus mengembangkan diri.

Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, kegiatan muwada’ah ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya dibangun oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab, doa, dan keberkahan dari orang-orang yang telah mengantarkannya menuju gerbang masa depan.

Reporter : Irwansyah GI