Diskusi Online PMII Mandala “Dampak Covid-19 terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia”

0
425
pcnujember.or.id

Jember, pcnujember.or.id
PMII Komisariat STIE Mandala Jember adakan online discussion dengan tema “Dampak Covid-19 terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” dalam rangka peringatan Harlah PMII ke-60 tahun.

Mustofa, salah satu dosen S1 Ekonomi Pembangunan STIE Mandala hadir sebagai narasumber, dan Hamim Muzadi sebagai moderator, pada Minggu (19/04) malam, melalui aplikasi zoom.

Edi Susanto, Ketua Umum PMMI Komsat STIE Mandala mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wadah daya kritis sahabat PMII yang notabene generasi muda NU terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Agenda ini diadakan tujuannya untuk meningkatkan daya kritis sahabat-sahabat PMII yang notabennya generasi muda NU dalam menyikapi dampak Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi kita saat ini,” ujarnya.

Dalam pemaparan materinya, Mustofa mengungkapkan bahwa situasi seperti ini sebelumnya sudah ada, dan tidak separah ini dalam konteks wabah virus. Covid-19 ini termasuk pandemi global yang menyerang ke hampir seluruh negara di dunia.

“Dalam situasi tertentu seperti saat ini akan merubah struktur negara yang telah dibangun ataupun struktur ekonominya. Pada situasi sebelum adanya Perang dunia, sistem atau struktur dalam kenegaraan didominasi oleh Sistem Kerajaan Monarki”, ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa fenomena setelah terjadinya perang dunia kedua, negara banyak memproklamirkan kemerdekaannya menjadi negara yang mandiri. Dan yang terakhir kemungkinan setelah pada situasi pandemi covid-19 ini struktur ekonomi akan mengalami perubahan.

“Pada tahun 90-an negara Uni Soviet bereformasi yang dulunya menganut sosialisme hancur dan pecah menjadi beberapa negara. Kemudian ketika negara sosialis yang besar runtuh otomatis sistem ekonomi kapitalis kembali berjaya dan dikenal dengan nama sistem neo-liberalisme. Dalam sistem ini memunculkan globalisasi yang mana negara tidak dapat hidup sendiri. Negara dapat melakukan perdagangan bukan hanya dalam negeri saja, akan tetapi dapat melakukan perdagangannya antar negara yang saling menguntungkan,” Jelas Mustofa.

Dalam keadaan fenomena Pandemi Covid-19, yang menjadi garda terdepan adalah para tenaga medis yang dapat mengatasi dan bersinggungan langsung dengan pasien yang terpapar dan upaya penyembuhan. Pemerintah hadir sebagai pengatur regulasi yang dapat mengeluarkan kebijakan, karantina ialah kebijakan yang tepat dari pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dan sebagai masyarakat agar dapat secara serentak mematuhi kebijakan yang ada dan juga dapat bisa membaca situasi yang ada.

Ia melanjutkan, apabila ekonomi Indonesia menjadi status quo ekonomi, maka akan berimbas pada konsumsi penduduk yang menurun. Pertumbuhan ekonomi dapat turun di angka minus ketika keadaan masih lama tidak teratasi. Otomatis banyak perusahaan yang kelimpungan akibat menurunnya konsumsi penduduk yang berimbas pada banyaknya karyawan atau pegawai yang ter-PHK.

“PHK yang dialami karyawan ini akan berdampak pada kekosongan pendapatan. Dan dengan keadaan inilah negara perlu memperhatikan, dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan seperti kartu prakerja direalisasikan, serta penambahan kuota penerima BLT atau bantuan lainnya, terutama pada wilayah yang menerapkan sistem PSBB, pemerintah lebih memasifkan bantuan sembako atau konsumsi bagi penduduknya yang kurang mampu,” lanjut Mustofa.

“Lantas apa langkah kita sebagai warga pergerakan dalam menyikapi situasi pandemi covid-19?, yang perlu dilakukan adalah mentaati kebijakan pemerintah dan minimal tidak menambah persoalan yang dihadapi pemerintah. tidak menyebarkan kepanikan ataupun hoax dan mengedukasi masyarakat agar berkehidupan bersih, bercuci tangan dan apabila keluar rumah menggunakan masker,” imbuhnya.

Berkat keadaan seperti ini kemungkinan sistem neo-liberalisme akan runtuh, karena dengan adanya virus covid-19 pihak swasta merugi bisa mencapai 29 miliar dollar AS.

“Peran pemerintah dalam hal ini lebih diharapkan untuk meningkatkan ketahanan di sisi kesehatan dan ekonomi, kemungkinan sistem ekonomi sosialis akan tumbuh kembali berkat adanya pandemi Covid-19,” pungkas Mustofa.

Pewarta: Winata Fendi
Editor: Iqbal