Begini, Hukum Membongkar Masjid Menurut Batsul Masail NU Sukorambi

0
39
Adi Irawan/MWC NU Sukorambi: Bahtsul Masail MWC NU Sukorambi Senin malam Selasa 20.00 WIB di PP Al Khotib Karang Pring Sukorambi.

Menurut Ustadz Azizi, masalah itu perlu diperjelas karena ada dua persoalan: satu hukum merombak atau membongkar masjid, lalu yang kedua kajian tentang bekas-bekas bongkaran masjid.

Beberapa batsul masail juga mengutip dalam Kitab Fathul Mu’in tentang hukum membongkar masjid itu tidak boleh. “Karena kalau tdak ada restu dari masyarakat sekitar, maka akan timbul perselisihan antar sesama. Karena hal ini menyangkut jariyahnya orang-orang yg sudah banyak berpartisipasi pada masjid,” sambung Ustadz Fauzan, pemantik lainnya.

Namun, ada pula ulama yang membolehkan dalam rangka perluasan, seperti Ulama Hanabilah dalam kitab Fathul Bari, yang merujuk pada kisah Sayyidina Utsman bin Affan. “Perlu adanya penyampaian sejarah, untuk berhati-hati dalam pengaplikasian hukum. Dan hendaknya kita ikuti jumhur ulama, terutama imam kita yaitu Imam Syafi’i,” sahut Ustadz Azizi saat itu.

Dari beberapa keterangan singkat tersebut, beberapa ustadz dan pemantik batsul masail menyimpulkan bahwa hukum membongkar masjid tidak perlu rombak total. Kecuali khawatir ambruk dengan mengancam keselamatan. Keterangan itu lalu didasarkan pada Kitab Fathul Mu’in, Ianatut Tholibin, dan Kitab Fathul Bari.

Reporter: Adi Irawan

Editor: Maulana

Publisher : Irwansyah GI