Ajung, pcnujember.or.id – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Jember menggelar forum Bahtsul Masail di YPI Al Mubarak Al Jambary, Gumuk Segawe, Kecamatan Ajung, Ahad (21/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti delegasi dari 26 MWCNU se-Kabupaten Jember serta perwakilan pondok pesantren di wilayah sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad, Gus Robit Qoshidi, KH Yazid Khobir, Ustadz Taufik, Ustadz M.N. Huda, KH Nurhadi, Ustadz Mulul, KH Sukri, KH Dawam, serta H. Mardi Siswoyo selaku tuan rumah. Turut hadir Rais Syuriyah MWCNU Ajung Dr. Machfudz, M.Pd.I, Ketua Tanfidziyah MWCNU Ajung H. Ahmad Supono, S.Pd., M.Pd.,beserta peserta Bahtsul Masail dari MWCNU Dan Pewakilan Pondok Pesantren Se-Kabupaten Jember.
Dalam arahannya, KH Muhyiddin Abdusshomad menegaskan pentingnya peran LBM sebagai lembaga yang memberikan jawaban atas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.

“LBM PCNU Jember harus benar-benar maksimal menjalankan kegiatan Bahtsul Masail dan menjadi corong pencerah di tengah masyarakat terkait berbagai persoalan fikih kekinian,” ujarnya.
Pada forum tersebut, peserta membahas tema hukum hewan kurban yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembahasan dilakukan secara mendalam dengan merujuk pada kitab-kitab fikih mu’tabarah dan pendapat para ulama untuk menghasilkan keputusan yang dapat menjadi pedoman bagi warga Nahdlatul Ulama.
Selain menghasilkan keputusan terkait tema yang dibahas, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat tradisi intelektual pesantren, mempererat silaturahmi antar kiai dan pengurus NU, serta meningkatkan kapasitas kader dalam merespons persoalan keagamaan kontemporer.
LBM PCNU Jember berharap pelaksanaan Bahtsul Masail ke depan dapat lebih diintensifkan sesuai jadwal rutin yang telah ditetapkan, sehingga semakin mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan umat secara ilmiah, argumentatif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Reporter: Irwansyah GI









