Pengajian Umum Haul Masyayikh dan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Jamaah Padati Masjid Al-Muttaqin Gelang

Ribuan jamaah mengikuti rangkaian haul, doa bersama, dan tausiyah yang menekankan pentingnya menghormati ulama serta kepedulian terhadap anak yatim.

Jamaah memadati Masjid Al-Muttaqin, Dusun Tampingan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, saat mengikuti Pengajian Umum Haul Para Masyayikh dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Kamis (4/6/2026) malam.

Sumberbaru, pcnujember.or.id – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Al-Muttaqin Dusun Tampingan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Kamis (4/6/2026) malam. Ranting NU Gelang 02 bersama Takmir Masjid Al-Muttaqin menggelar Pengajian Umum dalam rangka Haul Para Masyayikh sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah.

Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut menghadirkan dua penceramah, yakni KH Musleh Adnan dan KH Sakib bin Mahfud Abdul Hannan. Acara juga dihadiri Ketua Panitia H Samsul Arifin, Tanfidziyah MWCNU Sumberbaru KH Muhammad Hotib Ali, S.Pd.I, jajaran pengurus NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Desa Gelang.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Jamiyah Hadrah Bin Mahfudz dari Manggisan, Tanggul, yang mengiringi jalannya kegiatan dengan lantunan shalawat dan syiar Islam.

Baca Juga:  Lailatul Ijtima' MWCNU Sumberbaru : Mantapkan Ziarah dan Resepsi Harlah NU

Haul para masyayikh digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa kepada para ulama yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam dan membimbing umat. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah juga dimanfaatkan sebagai sarana muhasabah diri untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Sejak awal hingga akhir acara, jamaah tampak memadati area masjid dan halaman sekitar. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan doa, haul, hingga tausiyah dengan penuh antusias.

Dalam ceramahnya, KH Musleh Adnan mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim sebagai bagian dari ajaran Islam yang harus dijaga oleh umat.

“Orang yang peduli kepada anak yatim akan mendapatkan perhatian langsung dari Allah SWT,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ansor Mayang Sapa Pengguna Jalan dengan Aksi Berbagi Takjil

Ia juga menyampaikan pesan yang mengandung makna mendalam, yakni “Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya,” sebagai pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia H Samsul Arifin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan warga sangat luar biasa, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun materi.

“Alhamdulillah, semangat gotong royong masyarakat sangat tinggi. Dukungan yang diberikan bahkan melebihi kebutuhan yang telah direncanakan panitia. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, jamaah, tokoh agama, tokoh masyarakat, Remaja Masjid Al-Muttaqin, dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Sambut Bulan Ramadhan dengan Bersih-bersih Makam

Ia berharap kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus terjaga dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.

Kegiatan yang berlangsung tertib, aman, dan penuh kebersamaan itu menjadi bukti kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta melestarikan nilai-nilai perjuangan para ulama dan masyayikh.

Reporter: Riski Wahyudi
Editor: Irwansyah GI