Bangun Kemandirian Umat, LAZISNU PCNU Jember Gaungkan “Energy of Zakat” di Hadapan Mahasiswa UIN KHAS

Bendahara LAZISNU PCNU Jember, Muhsin Alatas, menyampaikan materi bertajuk "Energy of Zakat: Berkhidmat Membangun Arus Baru Kemandirian Umat" pada kegiatan Pengabdian dan Riset Kolaboratif Dosen-Mahasiswa FUAH UIN KHAS Jember di Balai Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Selasa (7/7).

Tanggul, pcnujember.or.id – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menggelar kegiatan Pengabdian dan Riset Kolaboratif Dosen-Mahasiswa di Balai Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Relevansi dan Kontekstualisasi Kajian Keislaman-Humaniora dalam Merespon Dinamika Zaman” ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan lembaga filantropi Islam dalam menjawab tantangan sosial masyarakat.

Kegiatan diikuti mahasiswa UIN KHAS Jember dan dihadiri dosen FUAH UIN KHAS, aparat Desa Tanggul Wetan, serta jajaran LAZISNU PCNU Jember, di antaranya Dr. H. Achmad Fathor Rosyid, M.Si. dan Abdul Hamid, M.E.

Dalam kesempatan tersebut, Bendahara LAZISNU PCNU Jember, Muhsin Alatas, menjadi narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Energy of Zakat: Berkhidmat Membangun Arus Baru Kemandirian Umat.”

Baca Juga:  Sudah Lima Tahun MWC dan Ranting NU Rambipuji Istiqomah Jalankan Program Donor Darah
arasumber, dosen, mahasiswa FUAH UIN KHAS Jember, jajaran LAZISNU PCNU Jember, dan pemerintah Desa Tanggul Wetan berfoto bersama usai kegiatan Pengabdian dan Riset Kolaboratif sebagai komitmen membangun sinergi dalam pemberdayaan masyarakat melalui zakat dan filantropi Islam.

Muhsin menjelaskan bahwa zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan pembangunan sosial. Menurutnya, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Dana zakat tidak cukup hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif mustahik. Zakat harus mampu menjadi modal pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sehingga mampu melahirkan kemandirian umat,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa sebagai generasi intelektual untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi zakat dan filantropi Islam melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai inovasi sosial yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, lembaga zakat, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Beasiswa Lazisnu Warnai Halalbihalal PCNU Jember

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa tampak antusias mengangkat berbagai persoalan terkait pengelolaan zakat, pemberdayaan masyarakat, hingga implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial. Diskusi tersebut semakin memperkuat pemahaman peserta mengenai peran strategis zakat sebagai instrumen mewujudkan kesejahteraan umat.

Melalui kegiatan Pengabdian dan Riset Kolaboratif ini, FUAH UIN KHAS Jember berharap kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah desa, dan lembaga filantropi Islam dapat terus diperkuat. Dengan demikian, hasil kajian keilmuan tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus membangun kemandirian masyarakat.

Reporter: Abdul Hamid
Editor: Irwansyah GI