Harlah PMII ke-60 di Tengah Kepungan Pandemi Covid 19

0
381
pcnujember.or.id
Ali Maskur Musa, mantan ketua umum PB PMII, saat mengisi kajian online. (Foto: Fendi/pcnujember.or.id)
pcnujember.or.id
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember merayakan Hari Lahir ke-60 tahun di tengah kepungan pandemi Covid 19.

Dikatakan Baijuri, ketua PC PMII Jember, Covid-19 bukanlah penghalang bagi kader untuk merayakan Harlah organisasi, dengan kemasan kegiatan yang lebih bermanfaat, melalui diskursus online.

“Sebagai kader PMII, tidak ada halangan dalam melaksanakan peringatan Harlah walaupun di tengah wabah Covid-19 ini,” tegasnya.

Antusias kader PMII se-Jember menunjukkan semangat mereka untuk tetap bergerak, meskipun dalam keadaan menghadapi wabah para kader tetap aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Baca juga: Fatayat Berbuat, Targetkan 2500 Paket Sembako dan Hand Sanitizer untuk Warga

Harlah organisasi mahasiswa NU yang lahir pada 17 April 1960 tersebut, diisi dengan tasyakuran serta diskursus yang dilangsungkan secara secara online menggunakan aplikasi Zoom.

Diawali diskursus dengan tema besar “PMII’s Revolution Framwork” (Rekontruksi Gerakan Sosial Menuju Sustainable Development Goals) besama Nur Sayyid Kristeva Santoso, salah satu kader ideologis PMII, tokoh muda yang banyak melahirkan karya-karya pemikiran maupun materi kurikulum kaderisasi, Selasa (14/04).

Agenda Harlah dilanjutkan dengan kegiatan tasyakuran di Sekertariat PMII Cabang Jember, (17/04), diakhiri dengan diskursus bersama Ali Maskur Musa (mantan Ketua Umum PB PMII 1991-1994) dengan mengusung tema “PMII NU dan Masa Depan” pada Sabtu (18/04).

“Sebagai ketua Cabang Jember, tentu saya merasa sangat bangga dengan kahadiran Sahabat Ali Maskur Musa dan Sahabat Nur Sayyid Kristeva Santoso, ditengah kesibukan beliau masih disempatkan menyapa kami dengan dialektika narasi progresif,” Lanjut Baijuri.

Ia mengingatkan, saat ini dan kedepanya PMII harus mampu menatap masa depan dan mengambil peran secara kolektif dalam masalah digitalisasi informasi dan ekonomi digital.

“Bukan sebagai penikmat, tapi sebagai aktor utama, mengingat hari ini banyak tantangan besar yang harus kita hadapi, seperti membantu mempersiapkan Indonesia emas di tahun 2045,” tegas pria yang sedang menempuh megister ekonomi di IAIN Jember.

Ia berharap semoga apa yang disampaikan Narasumber dalam kajian online bersama dua tokoh yang mengispirasi dapat mendarahdaging di hati sahabat/i semua.

“Sehingga menambah keimanan kita, keteguhan kita ber-PMII, kemudian menjadikan PMII sebagai ladang perjuangan sesuai dengan prinsip nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya.

Pewarta: Winatafendi
Editor: Iqbal

Baca juga: Safari “NU Peduli Covid-19” Bagikan Sembako untuk Warga Panti