Rutinan Ansor Semboro, LAZISNU Tegaskan Langkah Awal Wujudkan Kemandirian Umat

0
58
Kegiatan rutinan Pengurus Ranting Ansor Desa Semboro di Ponpes Al-Ma'hadunnidom. (Nurul/MWC NU Semboro)

Semboro, pcnujember.or.id Upaya penguatan aspek ekonomi terus dilakukan berbagai lembaga yang ada di bawah struktur Nahdlatul Ulama (NU). Salah satunya melalui NU CARE-LAZISNU yang merupakan lembaga nirlaba milik NU.

“LAZISNU adalah langkah awal untuk menuju kemandirian umat. Satu satu rukun Islam yang berhubungan dengan manusia yaitu zakat, esensinya adalah berbagi kepada sesama dan membantu bagi yang membutuhkan,” ujar H. Anton Rofiqi, Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah NU (LAZISNU) Semboro saat menghadiri acara rutinan yang digelar Pengurus Ranting Ansor Kecamatan Semboro di Ponpes Al Ma’hadunnidom, Semboro pada Jumat (26/03/2021).

Dengan bertujuan untuk berkhidmat membantu kesejahteraan umat dan mengangkat harkat sosial, profesionalitas dan amanah menjadi prinsip LAZISNU dalam mendayagunakan dana Zakat, Infak, Sedekah serta Wakaf (ZISWAF). Kehadiran LAZISNU yang berdiri sejak tahun 2004 M (1425 H) ini sebagai wadah gerakan warga NU untuk mengoptimalkan potensi ZIS.

Baca juga : Hadirkan Tiga Tokoh, Ansor Jenggawah Gelar Kajian ke-NU-an

“Kehadiran LAZISNU ini sebagai wadah gerakan NU berzakat. Juga untuk sarana edukasi mewujudkan kemandirian umat,” jelas H. Anton. Sebagai ormas terbesar di Indonesia, ada dua kekuatan utama yang bisa dimaksimalkan dalam mewujudkan kemandirian umat. Yakni melalui jamaah dan jam’iyyah.

“Kalau jamaah yang ada ini tidak terlayani, maka jangan kecewa kalau dia akan melayani dirinya sendiri. Bahkan malah dilayani oleh jam’iyyah yang lain, Tapi jika jamaah sudah terlayani maka mereka akan bergerak sendiri,” urai H. Anton. Karena itu, H. Anton berharap kepada warga nahdliyin, bahwa jam’iyyah tidak akan bisa berjalan tanpa adanya jamaah. Sedangkan jamaah juga akan kacau bila tidak ada jam’iyyah yang solid.

Baca juga : Sinergi Ansor Sabrang-Takmir Masjid, Warga Berbondong-Bondong Donor Darah

“Sebagai realisasi dari gerakan ini, LAZISNU bergerak masif guna menyosialisasikan program unggulan, laporan penyaluran, dan ajakan untuk zakat, infaq, dan sedekah,” pungkas H. Anton.

Sebagai informasi, sampai saat ini, NU CARE telah memiliki jaringan pelayanan dan pengelolaan ZIS di 12 negara, di 34 provinsi, dan 376 kabupaten/kota di Indonesia. NU CARE sebagai lembaga filantropi akan terus berupaya untuk meningkatkan kepercayaan dari para donatur yang semua sistem pencatatan dan penyalurannya akan bisa dilihat secara real time melalui sistem IT.

Reporter: Nurul Hidayah (MWC NU Semboro)

Editor: Faizin Adi

Publisher : Irwansyah GI