Sahur Momentum Memperkokoh Keimanan Jasmani Dan Rohani

0
209
H.M. Moch Rofii Baidhowi, M. Sh. Ketua LDNU Jember.

Jember,pcnujember.or.id

Sahur berasal dari kata سحر yang berarti bangun diwaktu malam sebelum fajar. Makan sahur adalah proses penjagaan diri dari pada keadaan lapar pada besok hari. Dengan adanya makan sahur, maka kita harus bangun di waktu malam sebelum fajar. Namun demikian, bangun di waktu malam diharapkan seorang muslim itu tidak hanya makan sahur saja tetapi juga dapat melakukan shalat tahajud, bermunajat kepada Allah, dan memohon ampun/istighfar atas dosa dan kesalahan, sebab Rosulullah bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Allah SWT akan turun pada setiap malam ke langit pertama di waktu sepertiga malam terakhir dan berfirman : Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku akan menjawabnya, Siapa yang meminta kepadaKu, maka Aku akan memberinya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu, maka Aku akan memberi ampunan kepadanya”.

Dalam al-Quran juga dinyatakan bahwa diantara sifat orang yang bertaqwa itu adalah melakukan istighfar di waktu sahur
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“ (diantara tanda orang yang bertaqwa ) itu adalah meminta ampun (beristighfar) di waktu sahur ” (QS. Ad Dzariyat : 18 ).

Selain istighfar, maka tengah malam dapat diisi dengan shalat tahajud.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam, dirikanlah shalat sunat tahajud, dimana Allah akan memberimu kedudukan yang terpuji ” ( QS. Al Isra: 79).

Dengan shalat tahajjud, maka kedudukan kita akan bertambah mulia.

Waktu sahur juga dapat diisi dengan membaca al Quran :
“Dan bacalah al Quran dengan bacaan yang benar, Kami akan memberimu kalimat (petunjuk) yang penting, sesungguhnya bangun di waktu malam itu lebih tepat dan lebih berkesan. Sesungguhnya dengan demikian, maka siang harimu besok hari akan lebih berkesan dan menjadi tasbih yang panjang” ( QS. Al-Muzammil : 4-7).

Dengan membaca Al Quran di waktu malam yang tenang kita akan mendapat petunjuk untuk besok hari sehingga hari kita menjadi berkat dalam menjalaninya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam waktu sahur tersebut seorang muslim dapat melakukan shalat tahajud, dzikir dan istighfar serta berdoa dan munajat kepada Allah, sebab waktu sahur adalah waktu yang sangat baik untuk mengingat Allah, dan bermunajat kepadaNya.

Dzikir, Istighfar dan menujat itu dapat memberikan ketenangan dan kekuatan hati sebagaimana dalam alquran
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
_”Orang yang beriman itu akan tenang hatinya dengan zikir, mengingat Allah, ketahuilah bahwasanya mengingat Allah itu dapat memberikan ketenangan hati” (QS. Ra’ad:28).

Di waktu sahur, dengan tahajud dan munajat, seakan-akan manusia menghadirkan diri di hadapan Allah, melaporkan rencana kerja yang akan dilakukan pada besok hari, maka untuk itu manusia perlu meminta petunjuk dan persetujuanNya sehingga pekerjaan yang akan dilakukan pada besok harinya tersebut penuh dengan rahmat, pertolongan dan perlindungan Allah.

Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa kegiatan di waktu sahur adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menguatkan hati dan keyakinan kepada Allah, serta proses penjagaan diri dalam menghadapi tantangan hidup di besok hari, sebagaimana makan sahur merupakan proses menguatkan jasad untuk menjalankan kewajiban bekerja pada besok hari. Benarlah sabda Rasulullah SAW :

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

” Makan Sahurlah kamu karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada keberkatan”.

Mari kita isi waktu sahur dengan zikir, munajat, shalat malam, baca Quran dan makan sahur, sehingga hati kita suci bersih dan kuat serta hidup kita akan barokah, amin.

Oleh : H.M. Moch Rofii Baidhowi, M. Sh.
Ketua LDNU Jember.