Gelar Ngaji Tani, MWC NU Wuluhan Maksimalkan Proses Penanaman Benih

0
243
Rifqotul Musta'in/MWC NU Wuluhan: Diskusi pertanian oleh MWC NU Pakusari dengan PT Benih Citra Asia di Desa Ampel Wuluhan, Rumah Fauzi Korlap LPPNU Wuluhan, Selasa (07/07/2020).
BACA JUGA : Gelar Ngaji Tani, MWC NU Pakusari Upayakan Kemandirian Petani

Menurutnya, proses awal pembinaan adalah pengelolaan lahan dengan jarak 200 meter yang harus stiril dari tanaman pengganggu. Selain itu pengolahan lahan menyesuaikan kebiasaan lingkungan, untuk ukuran guludan, pemupukan hingga pengobatan. Direncakan pula pada setiap teknisnya akan didampingi petugas PT Benih Citra Asia Ajung sebagai mitra dalam memberdayakan petani NU.

Ia menilai, ketersediaan benih unggul merupakan faktor penentu untuk meningkatkan produksi berdaya saing. Pihaknya sangat mengapresiasi progam kemitraan tersebut. Karena petani bisa mendapat benih unggul gratis, seperti benih jagung, cabai, semangka, dan timun. “Benih-benih itu tentu dibutuhkan petani kita,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selama ini di pesawahan sekitar Jember Selatan, sudah terdapat petani yang fokus menanam cabai, semangka, timun dan jagung. Hal itu dianggapnya jadi potensi yang bisa dikembangkan ke peternakan. “Karena limbah semangka, kacang, ketimun, jagung bisa dipergunakan untuk permentasi atau semi permentasi pakan kambing,” jelas pria yang akrab disapa Gus Khotun itu.

BACA JUGA :Ngaji Tani, LPPNU Rambipuji Upayakan Pembenihan Semangka

Sementara itu Abd Kholid salah satu peserta mengaku, sangat senang dengan adanya program kemitraan dengan PT Benih Citra Asia Ajung. “Selain mendapatkan wawasan yang luas tentang pertanian, kita juga mendapat benih gratis dan pendampingan yang inten,” jelas Abd Kholid.

Selain Kholid, peserta lainnya yang baru bergabung mengikuti program kemitraan tersebut juga mengaku sama. Rata-rata petani bisa lebih mendapat pendampingan, benihnya gratis dan harga pasar yang bersaing.

Mereka berharap, program kemitraan itu bisa berjalan maksimal, sehingga petani NU mudah mendapatkan informasi pertanian dan dapat mengelola pertaniannya dengan maksimal.

Reporter : Irwansyah GI
Editor : Maulana