LPT NU Berikan Pendampingan Penyusunan Proposal Pengabdian Ke Kampus NU

0
145
Tangkapan layar Webinar "Penyusunan Proposal Pengabdian" LPTNU Jember, pada Jumat (19/02/2021). (Foto: Beritabaru/Istimewa)

Jember, pcnujember.or.id Upaya pendampingan akreditasi perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama, menjadi bagian dari Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jember. Salah satunya dengan menggelar Webinar Penyusunan Proposal Pengabdian, Jumat (19/02/2021) melalui Via Zoom Meeting.

Dalam pelatihan yang diikuti 80 peserta dari berbagai daerah se Jawa Timur, Bandung, dan Palopo itu, menghadirkan sejumlah Narasumber Nasional diantaranya, Dr. Ali Badrudin, SS., M.A, Hermanto Rohman, S.Sos., M.PA dan Dr. Ir. Evita Soliha Hani, M.P.

Baca juga : Komitmen PAC Ansor Semboro Jaga Amaliah NU

Ketua LPTNU, Soleh Avivi mengatakan kegiatan ini menjadi bagian upaya strategis untuk memacu semangat Universitas di bawah naungan NU dalam pengembangan akreditasi kampus. “LPTNU berkomitmen akan memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada warga Nahdliyin yang bergelut di dunia Akademik,” jelasnya.

Sementara itu, Hermanto Rohman selaku narasumber mengatakan, dalam pengabdian masyarakat diperlukan adanya kolaborasi dengan pemangku kepentingan yang berhubungan dengan 5 bidang. “ya seperti, tata kelola pemerintahan, pelayanan sosial, pengembangan ekonomi lokal, lingkungan dan pemberdayaan perempuan,” paparnya.

Baca juga : Pengukuhan di PAC Tempurejo: Kalau Tidak Karena NU dan Kyai, Tidak Ada Pagar Nusa

Senada dengan Hermanto, Ali Badrudin menyampaikan bahwa dalam menyusun konsep pengabdian, kita perlu mengetahui dan mengenali kelompok masyarakat ada siapa saja dan apa potensinya. “Dengan begitu kita mudah menjalankan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Evita turut menambahkan, dengan beradaptasi pada perkembangan zaman, kita juga perlu mengangkat pengabdian berbasis kewirausahaan yang nantinya memiliki kemitraan. Sehingga konstribusi Perguruan Tinggi nantinya dapat membantunya pengembangan perekonomian. “Jika kemitraan sudah terjalin, tentu akan ada take and give dalam proses pengabdian itu,” pungkasnya.

Editor : Irwansyah GI