Pentingnya Semangat Kegotongroyongan dalam Menghidupkan Masjid

0
355
Pentingnya Semangat Kegotongroyongan dalam Menghidupkan Masjid
Sucipto/MWC NU Jenggawah: Silaturahmi LTM NU Jenggawah ke sejumlah takmir masjid se-Kecamatan Jenggawah, Jumat (25/09/2020) di Masjid Nurus Saadah, Desa Kemuningsari Kidul Jenggawah.

Jenggawah, pcnujember.or.id – Pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Jenggawah kian meneguhkan kiprah para takmir masjid. Hal itu dilakukan saat agenda silaturahim antara LTM NU Jenggawah dengan berbagai takmir masjid se-Kecamatan Jenggawah, Jumat (25/09/2020) di Masjid Nurus Saadah, Desa Kemuningsari Kidul Jenggawah.

Silaturahim antar takmir masjid itu dimaksudkan untuk memperkuat fungsional masjid agar senantiasa optimal. Pentingnya menghidupkan masjid dengan manajemen yang tepat itu juga dibenarkan Muhammad Muhsin, Ketua LTM NU Jenggawah.

Baca juga : Ziarah ke Makam Ulama, Tabarruk Sekaligus Penguatan Spiritual

Menurut dia, peran dan fungsi masjid bisa terdiri dari berbagai hal. Mulai dari aspek ketauhidan, mu’amalah atau ekonomi, sosial, dan pendidikan (tarbiyah). “Ini sudah menjadi tugas kita, silaturahim antar takmir masjid. Agar ada penguatan, pemantapan dan penataan pengurus masjid,” jelasnya kepada sekitar 30-an takmir masjid yang hadir saat itu.

Selain itu, manajemen masjid diyakininya perlu dijalankan dengan semangat kegotongroyongan. Dijalankan oleh semua elemen yang ada. Agar masjid tetap memiliki kebermanfaatan yang luas.

Baca juga : MWCNU Mayang Bentuk 7 Lembaga NU

Sementara itu, Ketua MWC NU Jenggawah, Sucipto juga menambahkan. Ia menilai, keberadaan masjid NU harus memiliki peran sentral dalam menjalankan kegiatan sosial-keagamaan. “Kita harus telaten melestarikan tradisi Amaliyah Nahdliyyin. Sebenarnya tak hanya di tiap masjid, tapi juga di musholla maupun majlis taklim,” ulasnya.

Saat silaturahim itu pula, LTM NU Jenggawah memberikan tali asih berupa sarung, sebagai simbolis kerjasama dalam meningkatkan pengelolaan masjid dari segala bidang.

Reporter : Irwansyah GI
Editor : Maulana